Uzie's Blog

Friday, October 21, 2005

Ust.Darlis Fajar:"Tanpa Rahmat Hidup Kita Gersang"

"..bulan suci adalah sarana mendapatkan rahmat Allah SWT dengan melaksakan perintah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya."

Ustadz Darlis Fajar dikenal sebagai ulama muda yang sangat dekat dengan kalangan aktivis muda. Terutama, mereka yang berminat terhadap soal-soal seputar dinamika hubungan antara remaja.

Disela-sela kesibukannya berdakwah dan aktif sebagai anggota DPRD Kota Bandung, Fiqi Fauzi, reporter cyberMQ, meminta taushiyah beliau berkenaan dengan dinamika ramadhan tahun ini. Berikut kutipan wawancara singkatnya :

Apa sebenarnya makna shaum itu, Ustadz ?

Shaum secara bahasa bermakna al-Imsak, yaitu menahan diri dari sesuatu. Dalam berpuasa misalnya seperti : menahan diri dari makan atau membicarakan orang. Dengan menahan diri dari melakukan perbuatan tercela, ramadhan menjadi bulan yang penuh rahmat dan ampunan bagi kita.

Apa saja yang perlu kita persiapkan selama ramadhan ?

Selama ramadhan kita harus terus melakukan persiapan pemikiran, persiapan semangat, persiapan fisik, persiapan program. Namun, saya prihatin dengan kondisi masyarakat kita yang terjebak hanya memberikan perhatian kepada persiapan fisik saja. Akibatnya, kita menjalani ramadhan tidak jauh berbeda dari tahun ke tahunnya.


Apa dampak dari ibadah ramadhan bagi seorang muslim, Ustadz ?

Efek ramadhan bagi seorang muslim adalah memiliki akhlak yang terpuji, kemudian rajin betul dalam melaksanakan ibadah. Setelah ramadhan kita harus bercita-cita, ingin membawa amalan-amalan selama ramadhan ke bulan-bulan lainnya.

Bisa dijelaskan makna hadits bahwa setan dibelenggu selama ramadhan, Ustadz ?

Berkaitan dengan makna hadits riwayat Bukhari, Ahmad, Nasa'I dan Baihaqi tentang dibelenggunya setan, hal itu sebenarnya merupakan makna hakiki atau harfiah, bukannya majazi (kiasan). Jadi, setan-setan itu benar-benar dibelenggu, sehingga bila di bulan ramadhan kemaksiatan tetap marak, hal itu akibat hati manusia sendirilah yang masih dibelenggu nafsu.

Lantas, makna dari pintu neraka ditutup, apakah juga makna harfiah ?

Berkenaan dengan redaksi hadits yang menjelaskan pintu neraka akan ditutup selama bulan ramadhan, itu artinya kesempatan orang untuk masuk surga terbuka lebar di bulan ini. Inilah kemurahan Allah yang telah melipatgandakan ganjaran selama bulan yang penuh ampunan ini terhadap hambanya.

Bulan ramadhan pun jangan sampai kita lewatkan dengan hal yang tidak bermanfaat. Bahkan, dalam khotbah Rasulullah SAW menyongsong ramadhan menyatakan : “...sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

Jika kita merasa berat menjalani hidup ini karena berlumuran dosa dan maksiat, maka dengan kemurahan Allah terbuka pintu ampunan di bulan yang bisa membakar dosa-dosa kita dengan bertaubat dan beribadah kepada-Nya.

Jika kita kita merasa jauh dari rahmat Allah, hidup gersang dan kering, maka bulan suci ini menjadi sarana bagi hamba-Nya untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT dengan melaksakan perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.(red/fqzyn/aea)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Free Counters
007counters.com

Wilujeng Sumping di Blog Mang Uzie

Free Shoutbox Technology Pioneer