Uzie's Blog

Sunday, February 05, 2006

"Al Jannah Al Aan", Film Pertama Melacak Jejak Pelaku Bom Syahid di Palestina

28 Des 2005 14:04 WIB

"Dua pemuda Palestina, Saed dan Khaled, hidup di antara hari-hari yang dibalut kemiskinan dan dentum peluru serta roket. Ia adalah dua sahabat sejak kecil. Keduanya, setelah remaja juga hidup seperti teman sebayanya dengan sejumlah tradisi anak muda yang gemar duduk-duduk dan merokok.

Tapi hari-hari Saed menjadi berbeda dengan kedatangan seorang gadis cantik, Suha namanya. Suha datang untuk memperbaiki mobil ke kantor mekanik mobil yang kebetulan merupakan tempat bekerja Saed. Dalam interaksi yang tidak terlalu lama, ternyata dalam hati keduanya, tumbuh benih-benih cinta. Di tengah suasana itu, Saed tiba-tiba diberitahu oleh Jamal seorang paruh baya yang memberitahu bahwa Khaled dan dirinya telah terpilih melakukan sebuah misi khusus. Pemilihan ini terjadi karena keduanya telah saling berikrar ingin meninggal sebagai syahid dan gugur bersama.

Hari dem hari pun berganti. Hingga Saed dan Khaled mempersiapkan diri dan menunggu saat-saat itu tiba. Beberapa hari sebelum aksi dilakukan, keduanya menyampaikan pesan-pesan dalam rekaman video. Rekaman ini nantinya akan disebarluaskan ketika mereka telah menjanlani aksi syahid. Mereka juga sempat menjalani proses 'pemandian' sebagai tradisi yang umum berlaku di kalangan pejuang Palestina, sebelum mereka gugur.

Ketika menghabiskan malam terakhir dengan keluarganya, keduanya sempat resah. Dalam pikirannya berkecamuk mencari cara bagaimana menyampaikan rencana perjuangan yang akan mereka lakukan kepada keluarganya? Bagaimanapun tak boleh ada orang yang mengetahui rencana itu. Saed menyempatkan diri menyelinap menemui Suha untuk terakhir kalinya.

Pada pagi keesokan harinya, mereka pergi ke perbatasan. Bom sudah melekat di tubuh mereka yang dilapisi rompi. Aksi mereka pun difilmkan dari jauh oleh pejuang yang lain. Tapi rupanya aksi pemboman tidak berlangsung mulus sesuai rencana, sehingga keduanya terpisah. Disinilah perjalanan mereka dimulai, saat takdir mulai mengambil alih, saat mereka terlingkupi berbagai masalah, saat mereka harus mempertahankan keyakinan mereka. . . ."

Film Drama Perjuangan Palestina yang Banyak Menerima Penghargaan

Kisah di atas adalah sinopsis film tentang proses perjalanan eksekutor bom syahid yang baru saja diputar di sejumlah negara Timur Tengah beberapa bulan terakhir. Film yang berjudul "Al Jannah Al Aan" sebenarnya juga sudah bisa dinikmati dalam teks berbahasa Inggris dengan judul "Paradise Now." Film itu bercerita tentang perjalanan dua pelaku bom syahid yang diproduksi oleh Hany Abu Assad.

Assad bukan orang baru dalam dunia film perjuangan Palestina. Ia sudah masuk ke dunia film dan pertelevisian dan membuat program televisi yang bercerita tentang imigran dan film dokumenterlainnya seperti "Dar O Dar" di channel 4 dan "Long Days in Gaza" di BBC. Tahun 1992, Abu Assad membuat film pertamanya "Paper House." Film ini berkisah tentang anak laki laki Palestina berusia 13 tahun yang ingin membangun kembali rumahnya yang telah dihancurkan. "Paper House" di tayangkan oleh televisi Belanda NOS dan memenangkan beberapa penghargaan internasional pada festival film.

Menurut Assad, ide film Al Jannah Al Aan muncul karena setiap hari ia mendengar serangan demi serangan yang dilakukan pejuang Palestina di koran-koran. Awalnya ia berpikir sederhana bahwa tindakan itu adalah tindakan ekstrem sebagaimana yang banyak dipikirkan semua orang. Tapi lama kelamaan, ia juga berpikir bagaimana mungkin seseorang mampu melakukan hal seperti itu? Bagaimana mereka meyakini dan membenarkan hal itu? Bagaimana dengan keluarga mereka? Dari sanalah kemudian Assad mengerti bahwa ada banyak hal yang tidak diketahui publik apa yang terjadi sebenarnya.

"Lantas saya mempelajari transkip para pejuang yang gagal menjalankan bom syahid. Saya mempelajari laporan resmi Israel, saya berbicara dengan orang orang yang dekat dengan para syuhada itu, keluarga dan ibunya untuk menghayati situasinya," kata Assad.

Film ini didukung oleh kru yang berasal dari 50 orang Palestina, Belanda (3 orang termasuk artis pemeran Suha, Lubna Azabal), Jerman (14 orang), Perancis (4 orang, termasuk kameramen, Antonie Heberle), Belgia, Israel (10 orang), dan Amerika (1 orang). Dengan durasi 1 jam 30 menit, film ini awalnya mengundang kontroversi, terutama saat pembuatannya. Hany Abu Assad mengaku, dalam sejumlah pengambilan gambar pihaknya selalu was -was karena ada kelompok pejuang yang menolak pembuatan film tentang pelaku bom syahid. Meski ada sebagian lain yang memandang film tersebut akan turut memberi informasi pada masyarakat dunia tentang logika bom syahid yang mereka lakukan selama ini.
Film ini dianggap sebagai film pertama yang menyajikan prosesi pelaku bom syahid di Palestina. Dalam film ini ada cuplikan aksi-aksi syahid yang direkam secara sederhana oleh sejumlah organisasi pejuang Palestina seperti Batalyon Izzuddin Al Qassam.Lebih dari itu,film ini menyajikan proses demi proses pelaku bom syahid, menjadi satu kesatuan yang lengkap. Tidak heran, film ini menyedot banyak pengunjung dan antara lain mendapat penghargaan sebagai Best Europan Film, Amnesty International Film Award dan Nederlands Film Festival Award.
.
Syuting di Antara Desing Peluru, Dentuman Bom dan Penyanderaan

Banyak pernak pernik proses pengambilan gambar langsung dari Palestina sebagai lokasi konflik ini untuk memadukan kenyataan pahit keseharian Muslim Palestina akibat pendudukan Israeldan bagaimana respon perjuangan tumbuh dalam jiwa orang Palestina. Bahkan, masih menurut Assad sang produser, sejumlah pengambilan gambar dilakukan malam hari, sementara pada saat yang sama di sejumlah desa Palestina yang menjadi lokasi shooting, diterapkan peraturan jam malam. Ketika itu, hanya sedikit personil film yang ikut dalam pengambilan gambar.

Nablus, salah satu lokasi yang menjadi markas pejuang Palestina, juga menjadi lokasi pengambilan gambar. "Terus terang saat melihat kembali film itu, kami sendiri sulit membayangkan apakah ini sebuah film atau informasi dokumenter, karena film ini benar-benar bisa menggambarkan hidup dan mati di jalan-jalan Nablus," ujar Assad. Nablus memang memiliki nilai tersendiri dalam proses pembuatan film ini. Assad menceritakan, untuk dapat masuk ke Nablus, kru film harus menjalin hubungan baik dengan tentara Israel. "Tapi untuk survive di tempat itu, kami juga harus bekerja sama dengan orang Palestina. Sungguh, ini sangat sulit. Bagi orang Palestina, kami sangat mencurigakan, bagaimana mungkin kami bekerja dengan begitu banyak orang dan material? Semua orang ingin membaca naskah kami dan banyak dari mereka yang tidak memahaminya sehingga berakhir pada kesimpulan yang berbeda beda."

Di Nablus, tentara Israel yang menduduki Palestina hampir setiap hari melakukan operasi penangkapan penduduk Palestina. Invasi tentara Israel, baik tank tank yang melintasi Nablus, serangan roket dan tembakan senjata di pagi hari menjadi sarapan rutin. "Kami harus melaporkan banyak hal kepada pejuang Palestina tanpa sepengetahuan tentara Israel. Mereka tidak boleh tahu bahwa kami melakukan kontak dengan pejuang Palestina," ujar Assad.

Inilah situasi dilematisnya. Berdiri di pihak Palestina berarti menentang Israel dan sebaliknya. Situasi ini bahkan memunculkan rumor bahwa kami anti bom syahid, hingga membuat Hasan Titi, manager lokal pembuatan film ini sempat diculik dan semua kru film diminta meninggalkan Nablus oleh pejuang Palestina.

Suatu hari, ketika misil Israel menyerang sebuah desa di Nablus, seorang pria bersenjata menyuruh seluruh kru film pergi. "Kami tidak menyalahkan mereka. Hidup mereka lebih penting dari sekedar film. Situasi semakin berbahaya. Kami semakin dekat dengan perang yang sesungguhnya. Ketika kami mendengar suara tembakan, kami pergi ke tempat lain, namun kami tidak melihat satu pelurupun. Hal ini justru lebih mengerikan daripada perang yang terang terangan. Semua ini memunculkan sebuah dilema lain pada kami; Bagaimana cara kami membebaskan lokal manager kami? Bagaimana cara kami bersahabat dengan orang Palestina tanpa diketahui tentara Israel sehingga Israel tidak mengganggap kami bagian dari mereka? Bagaimana menghindari serangan serangan itu?"

Dalam situasi terjepit seperti itu, Assad akhirnya berinsiatif untuk melakukan komunikasi dengan Yasser Arafat yang kala itu masih hidup. Assad mengaku belum pernah bertemu dengan Arafat dan diapun tidak pernah melihat film yang tengah ia garap. Namun ternyata, komunikasi itu efektif karena dua jam setelah komunikasi dilakukan, manager lokal dibebaskan.

Permasalahannya tidak cukup sampai di situ. Karena saat itu, Assad justru mengalami dilema baru; Pergi dari Nablus atau tinggal di Nablus? Jika pergi berarti meninggalkan Hassan dan lokal kru lain dalam masalah besar. Jika tinggal, maka ia dan rekan-rekannya harus bekerja dalam zona perang. "Akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di Nablus karena tidak punya pilihan lain," kata Assad. Tapi masalah lain datang, produser film Bero Beyer ingin mengakhiri pembuatan film yang sudah sebagian berjalan. Akhirnya setelah melewati perdebatan panjang, Assad memutuskan untuk melakukan kampanye di kota agar menghentikan rumor yang beredar, tanpa mengecewakan tentara Israel. Sementara itu lokal dan international jurnalis mulai ramai mencari berita penculikan Hassan. Kami meminta mereka menunggu karena kami takut dengan konsekwensinya.

"Kelihatannya setiap kali kami maju selangkah, kami justru terdorong mundur dua langkah. Setiap rencana yang kami buat justru membuat semuanya lebih kacau," cerita Assad.

Tiga minggu kemudian mereka bekerja lagi, di bawah tekanan besar dengan rencana semula; membuat sebuah film. Terjadilah ledakkan bom yang hanya berjarak 300 meter dari lokasi syuting. "Kami berlari kesana, dan mendapati mayat 3 pemuda di tempat kami semalam mengambil gambar. Lubna Azabal pingsan, jadi meskipun kami ingin melanjutkan shooting, kini kami tidak memiliki pilihan lain. Kami harus pergi. Kami memutuskan untuk pindah lokasi ke kota kelahiran saya, Nazareth dan meninggalkan Nablus."

Film ini mengambil gambar dari lokasi nyata. Hingga ketika Ali Suliman pemeran Saed harus berdiri dengan pejuang Palestina sungguhan, ia begitu gugup sehingga tidak perlu berakting lagi. "Kami semua juga gugup karena di sekitar kami, organisator asli sedang melihat kami, semua kru dan aktor gugup," kenang Assad. Setelah selesai adegan pertama, dimana Ali menyampaikan pesan, salah satu pejuang mendatangi dan menghentikan seluruh kegiatan kru film. Assad berpikir, "Semua akan berakhir disini, semua sudah berakhir." Tapi ternyata, pejuang itu hanya ingin menunjukkan pada Ali cara memegang senjata yang benar.

Sejumlah besar pengambilan gambar yang kebetulan dilakukan di siang hari, biasanya selalu dipenuhi oleh anak-anak Palestina yang ikut menonton. Sebagian masyarakat bahkan ada yang melakukan penyambutan saat kedatangan kru film. Itu karena mereka sebagian memang memandang bahwa apa yang diceritakan dari film itu kelak akan mendorong proses kemerdekaan seperti yang mereka harapkan. Di kalangan masyarakat Palestina juga banyak yang menganggap pelaku aksi bom syahid adalah pahlawan bagi kemerdekaan mereka. Abu Assad mengakui proses pembuatan film ini sendiri sempat beberapa kali membuatnya menitikkan air mata. "Film ini menyentuh perasaan. Ini benar-benar film kemanusiaan," katanya. (aulia/dari berbagai sumber)

Hany Abu-Assad Direktur, Sutradara sekaligus Produser Film

Film Karya Hany Abu Assad
1. Paradise Now (2005)
2. Al Qods Fee Yom Akhar (2002)
3. Ford Transit (2002)
4. Nazareth 2000 (2000)
5. 14e kippetje, Het (1998)

Thursday, February 02, 2006

Budi Rahardjo : Pengguna Internet di Indonesia Mencapai 12 Juta

"Secara kuantitas, internet makin berkembang terutama banyak akses di perguruan tinggi, perkantoran, sehingga makin banyak orang menggunakan akses internet. Pengguna yang berlangganan via ISP meningkat, meskipun tidak eksponensial, tapi meningkat. Perkiraannya sekitar 10 sampai 12 juta pengguna internet di Indonesia. "

Budi Rahardjo merupakan Staf pengajar di Departemen Teknik Elektro ITB. Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri dan Teknologi Informasi (PPP ITI) Institut Teknologi Bandung, dan juga Chief Information Officer dari PT INDOCISC, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengamanan data (security). Dr. Budi Rahardjo juga merupakan direktur teknis dari berbagai perusahaan IT seperti PT Insan Infonesia, PT Sumber Daya Telematika Indonesia, dan PT Work IT Out. Koordinator IDNIC (pengelola domain ID).

Dalam rangka milad CyberMQ yang pertama, reporter cyberMQ, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancara tokoh internet atau yang lebih dikenal dengan Mr. GBT. Berikut petikan wawancaranya :

Bagaimana perkembangan internet saat ini?


Secara kuantitas, internet makin berkembang terutama banyak akses di perguruan tinggi, perkantoran, sehingga makin banyak orang menggunakan akses internet. Pengguna yang berlangganan via ISP meningkat, meskipun tidak eksponensial, tapi meningkat. Perkiraannya sekitar 10 sampai 12 juta pengguna internet di Indonesia. Secara kualitas, koneksi internet kita meningkat tapi merayap. Kondisi ini tidak seperti di luar negeri yang tiba-tiba luar biasa kapasitasnya. Di lain sisi kita melihat banyak pengguna internet yang bukan orang teknis lagi , melainkan orang-orang biasa, seperti artis, para pengusaha yang sudah menggunakan internet dan sudah mulai menulis di internet. Misalnya, Hermawan Kartajaya dan banyak orang lagi yang istilah sekarang ini yang mempunyai blog.


Bagaimana agar masyarakat melek teknologi?


Di kita memang agak aneh. Kalau di luar negeri khususnya Amerika bermula dari komputer, jadi larinya ke internet itu natural. Kalau kita agak lain, kita mungkin dari telepon. Jadi kalau kita lihat penggunaan hanphone, waah.... itu sudah luar biasa. Jadi, kemungkinan penetrasinya bukan dari komputer melainkan dari handphone.


Pemanfaatkan internet secara positif?


Sekarang itu mulai banyak resources atau sumber-sumber yang masuk internet, semuanya. Jadi segala file yang berbentuk digital hampir pasti tersedia di internet. Contohnya, upaya Google melakukan scanning buku, sehingga kalau kita lihat kondisi indonesia sangat kekurangan sumber informasi. Perpustakaan kita biasanya jelek, dengan adanya internet kita tidak perlu perpustakaan yang megah, asal koneksi bagus kita akan punya kesempatan mengakses ilmu lebih banyak lagi.


Maraknya e-goverment, aplikasinya seperti apa?


Di kita juga sudah ada upaya seperti itu. Kita sudah lama membuat Bandung High Tech Valley (BHTV-red), tujuannya ingin membuat area Bandung banyak perusahaan-perusahaan, industri yang bermuatan teknologi. Sekarang saya sedang mencoba mengembangkan Cimahi Cyber City, bagaimana upaya menguatkan teknologi disana. Sebetulnya sudah ada upaya-upaya kesana, tinggal partisipasi berbagai pihak untuk terjun mengembangkan industrinya.


Seperti apa perkembangan ke depannya?


Misalnya kita ingin ada anak-anak kreatif punya ide-ide, seperti cybermq lah... kita butuh misalnya 50 cybermq kira-kira dengan ukuran yang mungkin malah besar. Ada yang terjun ke internet, radio, broadcasting. Kan.. nanti kita butuh software untuk aplikasi, semuanya dikerjakan di Bandung Raya, termasuk Cimahi. Penjualannya mungkin ke Jakarta, kita punya market besar. Misalnya CyberMQ, kenapa tidak produk-produknya bisa masuk ke Malaysia, Bangladesh, Filipina, Uzbekistan. Kita bisa garap market-market itu dengan basis di Bandung ini.





E-commerce semakin marak, apa hanya trend saja?


Kita punya masalah dalam sistem pembayaran. Di luar negeri sistem pembayaran menggunakan kartu kredit, itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Trustnya sudah tinggi, mereka sudah percaya dengan kartu kredit dan tidak terlalu bermasalah. Di Indonesia, ternyata kartu kredit masih mempunyai masalah terkait dengan kepercayaan. Kita harus mengembangkan teknik-teknik pembayaran baru, sehingga orang tertarik dengan e-commerce. Contohnya, pembayaran dengan handphone, kita gunakan pulsa sebagai alat pembayaran, menggunakan handphone sebagai penerus ATM. Akibatnya, orang-orang bisa menggunakan handphone untuk pembayaran sebagai pengganti kartu kredit.


Prediksi teknologi internet ke depannya?


menurut saya, wireless makin banyak, handphone makin banyak, aplikasi teknologinya makin bervariasi. Dari sisi aplikasi, mulai banyak aplikasi yang memberdayakan orang biasa. Jadi, penggunanya bukan lagi orang-orang yang berpendidikan saja, tapi ibu rumah tangga pun akan

menggunakan teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari. Ambil contoh, jika anaknya menanyakan pekerjaaan rumahnya, maka ibunya langsung mendapat jawaban lengkap melalui internet


Menyiapkan SDM handal di bidang teknologi?


Kemarin baru saja di launching standar kompetensi kerja untuk bidang Informasi teknologi. Kita lihat banyak SDM kita mulai level SMK sampai jenjang S-3, ini yang mulai akan kita arahkan ke IT. Khususnya memang pada awal-awal ini SMK yang akan menjadi semut-semut pekerja. Kita butuh 1 juta pekerja bidang IT, tapi kita belum sampai kesana. Mudah-mudahan dengan adanya standar kompetensi, maka akan muncul SDM yang luar biasa.


Saran dan kritika terhadap CyberMQ?


Kedepannya kita bisa cari inovasi-inovasi baru, misalnya spotcasting. Jadi, data-datangya bisa download langsung ke handphone, didengarkan siaran-siaran via handphone, atau dengan handphone orang bisa mengambil data-data di cyberMQ, di perempatan jalan, di kios-kios, jadi ada distribution chanel yang baru tidak hanya seperti yang sekarang. Teknologi WAP tidak hanya base teks saja, coba ke depannya yang digital. Misalnya, pergi ke Daarut Tauhiid, materi-materi ceramahnya bisa di download lewat bluetooth. Jadi, orang-orang gak pake GSM bisa gratis browsing di sekitar itu. (fzyqn)

Tuesday, January 24, 2006

Teknik Wawancara yang Baik

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Mas Romli, saya ingin bertanya bagaimana teknik wawancara yang baik?

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Mohammad Thibyan - Tasikmalaya

Jawaban:

Wa’alaikum Salam wr. wb.

Para praktisi jurnalistik umumnya sependapat, tidak ada kiat mutlak atau cara baku yang menjadi “standar operasi” dalam mewawancarai seseorang. Setiap wartawan pada dasarnya memiliki kiat tersendiri guna menemui dan memancing seseorang (interviewee) untuk berbicara atau berkomentar tentang sesuatu hal.

Pada dasarnya wawancara bisa berjalan dengan baik melalui kecerdikan wartawan dalam mengajukan pertanyaan dan kepekaan mendengarkan atau mencerna jawaban. Kecerdikan pewawancara bergantung pada dua tahap yang harus ditempuhnya seperti tahap persiapan dan pelaksanaan wawancara. Tahap persiapan wawancara meliputi penentuan topik, pemahaman masalah yang, perumusan pertanyaan, dan sebagainya.

Dalam tahap Pelaksanaan Wawancara, anda harus datang tepat pada waktu yang telah disepakati, memperhatikan penampilan, awali dengan pertanyaan umum, jadi pendengar yang baik, dan siapkan catatan.

Selesai melakukan wawancara, sebaiknya langsung menuliskan (transkrip) hasilnya. Jika penulisan ditunda-tunda, maka dapat mengganggu kesegaran atau daya ingat pewawancara, yang berakibat pada kekurangan atau kekeliruan penulisan hasil wawancara tersebut. Jika ada pernyataan/kata-kata yang meragukan, bisa ditanyakan kembali atau dikonfirmasi kepada interviewee.

Wassalamu’alaikum wr. wb.
ASM. Romli

Monday, January 23, 2006

Interview Files

Aminudin Shaleh : " Didiklah Anak Dengan Tauhid"

Idul Adha kerap kita lalui tiap tahun, namun bagi seorang muslim momen tersebut harus dijadikan sarana instrospeksi dan merenungkanm kembali perjalanan Nabi Ibrahim dalam menancapkan tauhidnya kepada keluarganya. Kita berharap sampai akhir hayat dapat memiliki tauhid yang kokoh dan konsisten.
Terkait hal itu, reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi berkesempatan mewawancarai Aminudin Shaleh yang merupakan penggagas Metode Taqua (Tafhimul Quran) merupakan metode memahami bahasa Arab dengan pendekatan baru. Berikut petikan wawancaranya :
Bagaimana seharusnya mensikapi Idul Adha ?
Sekarang ini sangat tepat, karena Idul Adha terjadi di awal tahun baru. Sehingga kita perlu mengadakan instrospeksi. Seperti yang diterangklan dalam Al-Quran salah satu yang paling pokok diantaranya. Pendidikan yang ditanamkan Nabi Ibrahin kepada puteranya Ismail, sehingga Ismail seorang anak yang masih remaja mau disembelih oleh bapaknya. Padahal kita tau disembelih itu sakit, tapi Ismail rela disembelih. Nah... ini tidak lepas dari segi pendidikan ayah dan ibunya. Kenapa beliau demikian ? karena keduanya, baik bapak maupun anaknya memiliki tauhid yang kuat. Dengan tauhid yang kuat keduanya rela mengorbankan apa saja termasuk dirinya demi melaksanakan tauhid kepada Allah.
Saya kira zaman sekarang kita harus mengikuti pendidikan yang ditanamkan Nabi Ibrahim yaitu mendidik anak-anak kita dengan tauhid yang kuat dan konsisten kepada tauhid. Kita harus ingat yang namanya tauhid bukan rukun iman, atau bukan cuma percaya sifat-sifat Allah. Tauhid adalah konsisten dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, termasuk dalam segala-galanya. Harus diingat pula, jangan sampai tauhid hanya untuk persiapan di akhirat nanti. Sebetulnya dengan bertauhid akan jaya dunia, jaya akhirat pula. Contohnya, kisah Nabi Ibrahim dengan bertauhid yang kuat sampai akhirnya putra-putra beliau menjadi para nabi. Negaranya menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun ghafuur. Sebagaimana kita lihat sekarang kota Makkah yang asalnya gersang kini menjadi subur makmur. Hal itu Berkat doa Nabi Ibrahim yang dikabulkan Allah karena bertauhid secara murni dan dan konsekuen.
Bagaimana Nabi Ibrahim mendidik Anaknya ?
Nabi Ibrahim mendidik anaknya dengan di pesantrenkan. Nabi Ibrahim tinggal di Palestina, tapi oleh beliau, anaknya ini disingkirkan ke pesantren. Pesantrennya di lingkungan Masjidil Haram yang sekarang dinamakan Hijr Ismail dan sebagai gurunya tidak lain ibunya sendiri, Siti Hajar. Kita melihat ternyata dengan di pesantrenkan berhasil. Kita mendidik anak pun harus mengikuti Nabi Ibrahim, selain menyekolahkan untuk kebutuhan duniawi, tidak lupa mendekatkan anak dengan pendidikan agama. Nabi ibrahim mempesantrenkan anaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Dari Palestina sampai ke lembah Mekah, jaraknya mencapai ribuan kilo meter. Jika tauhid ini ditanamkan, insya Allah negara kita akan beres. Tauhid ini berpengaruh pula kepada akhlaknya. Dalam surat Al-Furqan dijelaskan seorang yang bertauhid kuat tidak mungkin berperilaku menyimpang, korupsi pun akan hilang. Dalam hadits dijelaskan tidak ada agama bagi orang yang tidak amanah. Jadi memperbaiki akhlak dengan moral semu, tapi harus diikuti dengan tauhid yang kuat.

Mengapa Umat Islam belum bersatu padu ?
Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan bahwa kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan dengan kejahatan yang terorganiasir. Saya kira ada harta karun yang tersembunyi pada umat Islam, yaitu zakat. Jika zakat dan shadaqah dikumpulkan akan sangat banyak. Masjid di Indonesia sekitar Rp.1 juta. Jika per masjid memiliki dana Rp.1 juta, maka tiap bulan dana sosial umat islam sekitar Rp. 1 trilyun tiap bulan. Sehingga negara kita akan kuat. Mana contohnya ? Kita lihat Turki, yang sebelumnya diejek sebagai negara Eropa yang lemah karena banyak orang islamnya.
Sekarang Turki mulai kuat, Perdana Menteri sekarang diusung oleh partai Islam diancam dan akan ditangkap oleh kelompok sekuler. Namun, muslim Turki mempersilahkan menangkap perdana menterinya, tapi dengan syarat aset-aset umat Islam di pemerintahan akan diambil. Mereka tidak berani, karena 70 % kekayaaan Turki adalah aset umat islam. Maka pemerintahan pun akan lumpuh jika asetnya diambil. Saya kira IMF saja tidak akan berani mengobrak-abrik negara Islam.
Makna Idul Adha dalam perspektif sosial ?
Bagi manusia banyak keuntungannya. Dengan banyaknya umat islam naik haji, mendorong orang menjadi kaya. Akibatnya, umat Islam mampu membeli binatang yang berimbas pada peningkatan sosial ekonomi peternak. Saya yakin setiap Idul Adha orang memerlukan jutaan binatang yang akan disembelih. Peluang Ini dapat meningkatkan sosial ekonomi umat islam, jangan sampai bintangnya dibeli dari orang lain. Jika umat islam diberdayakan untuk memelihara dan mengembangkan peternakan akan lebih bermanfaat. (red/fzyqn)


Ferdi Hasan : Mudah-mudahan Perekonomian Kita Lebih Baik Lagi
Tahun 2005 hampir usai, 2006 di depan mata. Semakin hari, waktu semakin cepat. Akhir tahun ini banyak meninggalkan permasalahn yang belum terselesaikan. Meski begitu Tataplah masa depan dengan optimis karena peritiwa lalu menjadi pelajaran untuk melangkah ke arah yang lebih baik.
Lalu, bagaimana pandangan kalangan artis dalam menyikapi tahun baru yang akhir-akhir ini marak dengan perayaan yang sangat gegap gempita. Terkait hal itu, reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi berkesempatan mewawancarai Ferdi Hasan, mantan Abang Jakarta yang juga sebagai Presenter kondang. Berikut petikan wawancaranya :
Bagaimana menyikapi tahun baru yang sebentara lagi tiba ?
Kadang pergi saja dengan teman atau keluarga, karena kebetulan libur aja.
Ada hal yang spesial ?
Gak ada......
Orderan nambah dong ?
Amiin, Insya Allah sabtu besok ada acara yang dihadiri Aa Gym dan Presiden SBY.
Apakah ada hal luar biasa yang dialami tahun ini ?
Tahun 2005 ini sih rasa-rasanya alhamdulillah biasa-biasa saja. Cuma yang paling saya ingat justru yang menimpa saudara-saudara saya seperti yang ditimpa penyakit. Banyak sekali hal yang kurang enak di negeri kita ini. Akibatnya menimpa pada diri kita dan keluarga.
Kondisi pemerintah sekarang dan harapannya ?
Saya mendukung pemerintah sekarang. Kelihatnnya kalau dari sudut pandang saya, kinerjanya ada dan berbagai hal yang dilakukan sudah menuju ke arah perbaikan. Memang problem yang dihadapi saya yang sudah terlalu berat. Ibarat orang yang dirawat di ICU tidak langsung pindah ke kamar biasa, harus pulang dulu. Kinerjanya bagus dan pemerintah sekarang memiliki dedikasi yang baik. Keinginan pribadi saya ya.... mempertahankan kinerja yang selama ini sudah baik agar lebih baik lagi, kalau bisa di masa yang akan datang serta lebih konsiisten. Yang kita khawatirkan konsisten, karena apa yang sekarang dijalani harus bisa diteruskan oleh para jajaran menteri atau pemerintah berikutnya.
Image tahun baru terkesan hura-hura, bagaiman pandangan mas ?
Kalau Sebagian orang mau menjalani ini, Sebagian orang mau menjalani itu asal tidak menggangu pihak lain. Kalau sifatnya menggangu lingkungan, mengganggu orang sekitar apalagi sampai terjadi kerusuhan. Itu baru tidak etis.

Harapan tahun 2006 ?
Kita lihat Perekonomian kita, inflasi cukup tinggi. Mudah-mudahan tahun depan lebih baik, karena efeknya bisa kemana-mana. Seperti hubungan, pinjaman, sektor riil, kemanan lebih terjaga. Mudah-mudahan penyakit-penyakit yang selama ini melanda sedikit demi sedikit berkurang. Sangat aneh penyakit yang sudah ada puluhan tahun kembali muncul. Harapannya, pemerintah bisa mengambil langkah tepat untuk cepat segera mengantisipasinya. Kedepannya Kita bisa bersamaan hidup saling berbagi, saling mencintai, bangga menjadi orang indonesia supaya bisa berdiri dengan dada tegap dengan bangsa-bangsa lain.
Membagi waktu dengan keluarga ?
Sekarang saya lagi sama keluarga. Sebenaranya saya lebih beruntung dibanding orang yang harus kerja diluar kota berbulan-bulan, sepertinya gak punya waktu untuk keluarga. Mungkin terlihat sibuk, namun tetap saya masih punya waktu untuk keluarga. (red/fzyqn)

Aa Gym Bangkitkan Semangat Warga Nanggroe
Perkembangan mental anak-anak pasca tsunami menjadi masalah serius. Akibat tsunami, banyak anak yang belum bisa melepaskan diri dari trauma. Di sekolah darurat, anak-anak dengan spontan menggambar pohon yang roboh, sekolah yang hancur serta hantaman air yang menewaskan banyak orang. Itulah peristiwa yang sampai sekarang masih terekam dalam ingatannya. Gangguan yang menyerang anak-anak ini pun mengganggu konsentrasi belajar.
Gangguan stres pasca trauma banyak kita jumpai. Meski hanya sejumlah kecil yang mengalami gangguan kecil, jika dibiarkan akan menjadi sangat kronis. Mereka bisa jadi putus asa, tidak percaya diri, merasa terpojok, dan terasing.
Anak-anak yang mengalami gangguan stress pasca trauma harus segera mendapat penanganan serius. Gambaran bencana tsunami yang ada di kepala harus segera dihilangkan dan merubahnya dengan hal yang menyenangkan. Mereka harus diajak bermain, relaksasi, dan bersuka ria.
Tidak sampai disitu saja permasalahan, semakin hari muncul satu persatu masalah lain mulai dari masalah kelaparan hingga kondisi kesehatan yang buruk.
Terkait peristiwa tsunami yang telah berlangsung satu tahun silam Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) Aa Gym berkesempatan mengunjungi Banda Aceh, melakukan dialog dengan pejabat gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, serta meninjau lokasi gempa pasca tsunami.
Menurut Aa, keadaan Aceh pasca tsunami dan pasca konflik berangsur jauh lebih baik. Ada yang berbeda dari sebelumnya, wajah penduduk menjadi lebih cerah, optimis, serta lebih tenang.
Kondisi pemerintahan mulai kondusif dengan dukungan pemberlakuan syariat Islam yang disertai sanksinya oleh pemerintah setempat.
Tingkat orang yang mabuk berkurang drastis, serta tidak adanya orang yang melakukan pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut tercipta akibat adanya petugas yang terus mengingatkan & mensosialisasikan peraturan ini kepada masyarakat.
Praktik jual beli minuman keras sudah tidak ada, bahkan ada larangan agar orang yang bukan muhrim tidak berdua-duaan. Upaya ini dilakukan agar Aceh menjadi lebih baik dan mendapat bimbingan dari Allah.
Bantuan dari beberapa negara banyak berdatangan dengan membangun tempat tinggal yang layak dan nyaman. Ada pemandangan yang menarik dalam masa pemulihan Aceh ini. Saudara kita dari Turki membawa mesin roti khusus dan membuatnya disana untuk dibagikan kepada warga.
Dalam lawatannya Aa pun berkesampatan mengunjungi daerah Ulele yang dulunya rata oleh hantaman gempa, kini telah dibangun rumah-rumah yang layak untuk dihuni.

Dalam lawatannya ke “Serambi Mekkah” ini, Aa Gym berkesempatan menyampaikan tausiyah untuk memberikan semangat kepada warga Nanggroe yang telah terpuruk oleh bencana tsunami. Dalam tausiyah yang mengambil tema "Bagaimana tsunami bisa merubah masyarakat Aceh”, Aa Gym berharap apa pun yang terjadi harus bisa merubahnya dengan yang lebih baik.
Meski beberapa negara turut memberikan bantuan, namun Aa mendapat informasi adanya kelompok yang membawa misi tertentu. Kondisi ini pun lanjut Aa, patut menjadi perhatian pemerintah setempat untuk mengingatkan kepada kelompok tersebut agar tidak mengundang ke tidak nyamanan warga. Menurutnya Hal ini terjadi akibat masuknya nilai-nilai dari luar yang harus segera diantisipasi dengan cepat & bijak.
Selai itu Aa pun melaporkan perkembangan seputar perdamaian dengan GAM. Disana terlihat warga sudah tidak takut lagi berada di jalan raya. Berangsur-angsur kondisi mulai aman dan terkendali. Pemandangan tentara maupun polisi yang menenteng senjata sudah tidak terlihat. (red/fzyqn)

Saifullah Yusuf : Pasca Merdeka Indonesia Alami Disparitas
Saifullah Yusuf lahir di Pasuruan, 28 Agustus 1964. Politisi muda ini kerap menjadi sosok unik dengan sesama anggotanya di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Puncaknya saat dua kader PKB yaitu Alwi Shihab dan dirinya masuk daftar kader yang di non aktifkan dalam pengurus PKB akibat masuk jajaran Kabinet Indoensia Bersatu.
Selama karirnya di Partai, Ayah tiga anak ini termasuk kader yang tidak mudah terpengaruh oleh kebijakan pucuk pimpinan. Kader nahdliyin ini dikenal sebagai sosok berbeda dengan lainnya. Disaat semua orang patuh terhadap Ketua Dewan Syuro DPP PKB yang juga pamannya, Gus Dur, beliau mengemumkan gagasan yang dinilainya lebih baik bagi nama baik partai. Selama karirnya, lulusan Fisipol Universitas Nasional Jakarta ini pernah menggeluti dunia jurnalistik menjadi wartawan tabloid Detik. Pengalaman itu mengantarkannnya menjadi Ketua Umum GP Ansor.
Terkait terungkapnya kasus bencana kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua yang telah memakan korban 55 orang meninggal dunia, berhasil mewawancara Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Saifullah Yusuf. Berikut kutipan wawancaranya.
Bagaimana dengan kondisi Yahokimo ?
Sebagaimana yang kita ketahui di media disana terjadi gejala awal kelaparan yang saya kira tentu pemerintah akan memberikan perhatian khusus untuk mengambil langkah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Yang ingin saya sampaikan bahwa setelah 60 tahun kita merdeka, faktanya memang terjadi disparitas atau kesenjangan kemajuan antara daerah yang satu dengan daerah lain dengan ukuran-ukuran tertentu. Ukuran kemajuan itu diantaranya bisa kita lihat dari masyarakat dan wilayahnya. Masyarakatnya, bisa kita lihat dari derajat pendidikan, derajat kesehatan, prosentase pengangguran dan prosentase kemiskinan. Ini indikator-indikator relatif apakah masyarakat itu tertinggal atau sudah maju. Kedua, wilayahnya, diukur dari pelayanan jalan, listrik, telepon, perbankan, serta pelayanan pasar. Ini semua ukuran-ukuran relatif untuk melihat sejauh mana wilayah itu bisa dikategorikan tertinggal atau non tertinggal. Contohnya telepon, ini penting sekali sebagai bagian dari komunikasi sehingga dengan adanya telepon masyarakat bisa semakin produktif serta memiliki hubungan dengan dunia luar. Manfaatnya, jika ada kasus atau informasi penting bagi pengambil kebijaka bisa langsung di dengar.
Yahokimo merupakan wilayah pemekaran, bagaimana pemerintah setempat mengelola hal ini ?
Perlu saya sampaikan bahwa pemerintah mengidentifikasi sebanyak 199 kabupaten masuk kategori daerah tertinggal dengan indikator relatif yang telah saya jelaskan di atas. Jumlah tersebut antara lain 123 kabupaten di Indonesia Timur, 58 Kabupaten di Sumatra, 17 kabupaten di Jawa, 1 Kabupaten di Bali. Nah....Ada beberapa provinsi yang semua kabupatennya tertinggal seperti NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Karakter wilayahnya berada di pegunungan, pesisir, daerah yang sulit di akses baik melaui jalan darat, laut maupun delik komunikasi. Yahokimo adalah salah satu Kabupaten tertinggal yang dimekarkan dan baru disahkan tahun 2003. Adanya pemekaran bertujuan untuk mempercepat pembangunan yang selama ini terlalu luas agar bisa intensif pelayanannya kepada masyarakat. Rata-rata daerah pemekaran menjadi daerah tertinggal akibat sarana dan prasarana yang serba terbatas.

Kasus Yahokimo akibat miskoordinasi pemerintah pusat dan daerah, apa penyebabnya ?
Sebenarnya koordinasi sudah kita mulai. Mungkin akibat informasi dari daerah-daerah terlambat masuk, akibat tidak ada komunikasi serta lokasinya sulit untuk ditembus. Memang dengan Undang-Undang Otonomi Daerah itu tanggungjwab serta wewenang sudah dibagi. Sebagai penanggungjawab terbawah adalah pemerintah Kabupaten dan pemerintah Kota.
Upaya pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan ?
Salah satunya adalah mengambil kebijakan yang afirmatif atau berpihak kepada daerah tertinggal. Misalnya, adanya program pengurangan subsidi BBM bidang infra struktur pedesan dengan memberikan jatah lebih besar kepada kabupaten tertinggal. Kebijakan ini mudah-mudahan dapat mengurangi kesenjangan antara daerah satu dengan yang lainnya. Langkah Selanjutnya kita mencoba mempercepat pembangunan telekomunikasi di daerah tertinggal serta daerah perbatasan. Ini penting, memang dengan adanya telekomunikasi segala hal yang bisa dilakukan bisa lebih cepat. Perlu diketahui dari 70 ribu desa lebih setelah pemekaran terdapat 40 ribu lebih belum ada saluran telepon. Harapannya di tahun 2009 mendatang seluruh desa berdering. Ada lagi program lainnya pelayaran universal. program ini merupakan partisipasi operator-operator telepon dengan menyisihkan sebagian keuntungannya untuk pembangunan menara-menara di daerah tertinggal. Khusuus Yahokimo, pemerintah akan segera memberikan bantuan.
Pasca subsidi, daerah tertinggal sudah ada perubahan berarti ?
Kalau mengukur, namanya pembangunan itu upaya sistematis yang berkelanjutan. Tetapi dengan adanya adanya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pengobatan gratis di tingkat puskesmas dan rumah sakit kelas 3, sepanjang yang saya ketahui sedikit banyak upaya tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (red/fzyqn)
Sumber : Program Risalah Pagi 102.7 MQ FM

Friday, November 18, 2005

Prof Dr dr H Dadang Hawari : “ Narkoba Strtegi Global Hancurkan Generasi Muda”

Prof. Dr. dr H. Dadang Hawari dikenal sebagai sosok yang tidak asing lagi di kalangan pemerintahan, ilmuwan, agamawan, dan juga masyarakat awam. Aktifitasnya beragam, mulai psikiater, mengisi ceramah masalah kesehatan, hinga meniti karir akademisnya menjadi Guru Besar Tetap di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurut pria kelahiran Pekalongan 16 Juni 1940 ini persoalan narkoba tidak bisa diberantas tuntas karena ada oknum internal yang turut bermain.

Terkait terbongkarnya pabrik terbesar ekstasi Serang, Banten, reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancara beliau seputar efek narkoba dan ruang lingkup di dalamnya. Berikut kutipan wawancaranya :

Bagaimana seorang tertarik dengan NAPZA ?

Obat itu sifatnya adiktif. Adiktif artinya membuat kecanduan, ketergantungan. Kalau orang menstop ekstasi, timbul gejala kebalikan. Jadi kalau pakai timbul rasa gembira, rasa percaya diri. Semuanya semu, semangat kerja, tidak tidur segala macam, tapi semua itu semu. Jika berhenti mengkonsumsi akan drop, maka dia merasa tidak berguna, hilang semangat, sampai berniat bunuh diri. Cara menghilangkan rasa sakitnya harus dengan menambah dosis lebih banyak lagi. Berawal satu tablet menjadi dua tablet terus.. terus dan terus naik. Satu minggu satu kali akhirnya dua kali hingga menjadi sebuah kebiasaan. Ini akan menambah nagih terus. Akibatnya pelaku akan terganggu sistem transmisi saraf di otaknya.

Klasifikasi NAPZA ?

Bentuknya bermacam-macam. Ekstasi itu golongan amphetamine yang bisa dibuat dalam pil yaitu ekstasi, bentuk kristal (shabu-shabu), bentuk ganja (putaw) serta bentuk heroin (kokain). minuman keras pun masuk kategori narkoba.

Awal mula sejarah ekstasi ?

Mula-mula ekstasi ini ditemukan oleh Dokter Jerman pada waktu perang dunia kedua. Tujuannya supaya serdadu-serdadu jerman kuat, melek terus, agresif maka dalam ransumnya dibekali zat kimia bernama ekstasi. Efeknya jadi kacau balau, urat sarafnya terganggu, jadi ngaco. Mengingat hal itu, maka pada tahun 1947 oleh Konvensi Jenewa penggunaan ekstasi dilarang. Zat ini pun Tidak boleh digunakan dalam pengobatan. Setelah sekian lama, muncul lagi dalam bentuk penyalahgunaan. Orang yang memakai hanya untuk bergembira ria, memacu semangat biar tidak tidur. Biasanya pemakainya orang-orang yang terjun di kehidupan malam tidak bisa lepas dari hal itu.

Apakah peran media terhadapa informasi NAPZA ?

Media itu memberitakan baik, tapi harus disertakan efek negatif dari ekstasi. Efeknya harus dijelaskan. Memang anak muda itu cuma ingin nyoba aja...... Mula-mula dari pergaulan dengan mencoba sedikit demi sedikit. Dari segi agama lebih ampuh lagi, anak-anak itu biasanya tidak makan babi, karena mengetahui itu haram. Kita harus sosialisasikan bahwa ekstasi dan shabu-shabu itu haram. Penegasan dalili Al-Quran surat Al-Maidah ayat 90-91 yang menjelaskan larangan judi, meramal-ramal nasib dan minuman keras, berikut keterarangan Hadits yang menyatakan semua bahan yang melemahkan, mengganggu akal sehat dan memabukan dilarang. Hadits ini jika dispesifikan mengarah kepada ganja,. Ekstasi, kokain dan yang lainnya. Namun ironisnya undang-undang terkait minuman keras tidak ada. Sejak tahun 1985 diajukan sampai sekarang tidak ada ujung pangkalnya. Itu urusan politis. Sekarang kecenderungannya jika seseorang sulit untuk mendapatkan ekstasi, maka larinya ke minuman keras. Malah dipropagandakan dalam iklan dan tayangan sinetron-sinetron. Jika dihitung tentang bahaya, lebih berbahaya alkohol. Pasalnya orang yang mabuk akan langsung melakukan motif kejahatannya, sedangkan orang yang memakai nakoba biasanya untuk kepentingan pribadinya. Hanya saja narkoba akan menyulitkan pihak keluarganya. Menurut statistik, warga Amrika yang meninggal di jalan raya akibat mabuk lebih banyak daripada jumlah serdadu Amerika yang tewas di medan perang. Orang Barat saja menyimpulkan perbuatan tersebut lebih banyak mudaratnya daripada segi manfaatnya. Padahal mereka bukan muslim. Dalam keterangan statistik lainnya dijelaskan keuntungan yang diraup bandar narkoba mencapai tujuh kali lipat dari keuntungan pemerintah.

Jumlah pemakai narkoba di Indonesia ?

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan sekitar 4 juta orang yang mengkonsumsi barang haram ini. Jumlah ini termasuk didalamnya ganja, ekstasi, serta putaw. Itu yang terdata, sedangkan yang tidak terlihat seperti minuman keras dan rokok belum diketahui. Di Indonesia, setiap tahun 57 ribu orang mati karena rokok. Pemerintah acuh saja. Hal ini bertolak belakang dengan visi negara kita yang mencanangkan Indoensia Sehat 2010. Itulah yang jadi kesulitan bangsa kita. Sebetulnya sih.... mudah, tapi karena sogokan uang jadi sulit untuk diberantas.

Cara berhenti mengkonsums narkoba ?

Semua penyakit ada obatnya, jika obatnya tepat melalui izin Allah bisa sembuh. Istilahnya berobat dan bertobat sebelum tertangkap. Caranya tanpa metode substitusi (tanpa zat pengganti -red). Sekarang banyak juga dokter yang mengganti zatnya dengan metadon atau subutex. Metadon isinya morphin atau heroin sintesa. Jadi sama saja tidak menyembuhkan. Jadi metode tersebut secara tidak langsung memindahkan bandar yang asalnya dari luar, sekarang bisa membeli dari dokter. Mengenai kasus ini belum ada tindakan tegas, karena yang melakukannya adalah dokter yang juga psikiater senior. Metode yang saya pakai tanpa substitusi sudah mendapat penghargaan dari pemerintah dan PBB. Namun, mereka belum mau menerapkannya. Proyek substitusi ini merupakan proyek gagal yang dilancarkan mafia kepada Australia dan Thailand. Prosesnya dilegalkan meski caranya sangat illegal.

Terungkapnya pabrik ekstasi terbesar di Serang ?

Sebetulnya hal ini telah diketahui sejak tujuh tahun silam. Selama ini orang bukannya tidak tahu. Buktinya ada di Mabes Polri yang mengetahui kasus ini, namun dengan upaya sogok kasus ini ditutup. Intinya ada orang dalam yang ikut bermain.

Saran bagi generasi muda ?

Dalil Al-Maidah ayat 90-91 ini harus disosalisasikan. Jelaskan pula bahwa hal itu hukumnya haram. Jika haram, mencoba saja tidak boleh. Fatwa majelis ulama, satu botol air terkena satu tetes alkohol saja sudah haram. Mencoba-coba saja tidak boleh, karena sulit berhentinya. Kepada kaum muslimin jauhilah narkoba, karena proyek ini merupakan strategi global kelompok tertentu supaya generasi muda kita hancur. (red/fzyqn)

Sunday, October 30, 2005

Abu Rabbani : “ Jadikan Al-Quran Pembimbing Kita”

" Allah tidak semata-mata menurunkan Al-Quran kecuali allah menginginkan sebagai petunjuk bagi manusia. Itulah bentuk rahman Allah kepada manusia, jika tanpa Al-Quran manusia akan menjadi sesat. "

Ustadz Abu Rabbani dilahirkan di Bandung, 24 Agustus 1972. Bapak empat anak ini dalam aktifitasnya menjadi pengisi di radio dalam acara belajar tahsin Lulusan STAI At-Taqwa dan Ma'had Al-Hikmah di LTQ Al-Hikmah Jakarta ini dikenal sangat ramah dan terbuka kepada siapapun yang ingin belajar Al-Quran dengan baik dan benar. Selain itu, aktifitas ustadz yang terlihat awet muda ini kerap mengisi beberapa majelis ta'lim ibu-ibu.

Berkaitan dengan peringatan Nuzulul Quran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, reporter cybermq, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancarai Direktur Lembaga Tahfidz Al-Quran Jendela Hati (LTQ-JH) disela-sela kesibukannya. Berikut petikan wawancaranya :

Apa Makna Nuzulul Quran ?

Makna nuzulul quran, kita harus memahami dulu bahwa Al-Quran diturunkan oleh Allah sebagai bentuk kasih sayang, rahman Allah SWT kepada manusia, sebagaimana yang Allah sebutkan dalam surat Ar-Rahman. Salah satu bentuk kasih sayang Allah terhadap manusia maka Allah menurunkan Al-Quran. Sebelum Allah menyebutkan kenikmatan-kenikmatan lain seperti nikmat sehat, nikmat terciptanya alam semesta, matahari dan sebagainya. Pertama kali Allah sebutkan adalah kenikmatan berupa Allah turunkan dari Al-Quran.

Oleh karena itu barangkali nuzulul quran harus dipahami oleh kita sebagai sebuah bentuk keakraban kita dengan Al-Quran yang telah Allah turunkan kepada kita supaya kita lebih dekat dengan yang Maha Rahman, lebih dekat lagi dengan Allah sebagai pencipta kita.

Namun Allah tidak semata-mata menurunkan Al-Quran kecuali Allah menginginkan sebagai petunjuk bagi manusia. Itulah bentuk rahman Allah kepada manusia, jika tanpa Al-Quran manusia akan menjadi sesat. Oleh kerana itu salah satu bentuk syukur kita atas nuzulul quran bagaimana menempatkan Al-Quran sesuai dengan esensi Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT dijadikan sebagai referensi dalam membina seluruh potensi yang diberikan Allah kepada kita, baik potensi jasad, potensi akal, potensi qalbu atau potensi jiwa kita. Ini barangkali salah satu makna diturunkannya Al-Quran agar manusia bisa berbahagia baik di dunia maupun di akhirat.

Cara bergaul dengan Al-Quran ?

Pertama, tentunya kita mengimaninya terlebih dahulu kemudian tanpa mengingkari seayat pun yang pernah terjadi pada masa Abu Bakar Asshidiq, pernah memerangi satu kaum yang tidak mau berzakat. Menurutnya, mereka tidak mau berzakat bukan enggan untuk berzakat tapi mereka telah mengingkari ayat Al-Quran. Kemudian Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita bahwa bentuk interaksi kita dengan Al-Quran dengan membacanya, karena proses pembelajaran awalnya dari membaca. Tidak cukup sampai disitu, setelah membacanya kita kaji untuk memahaminya, kemudian kita tadabbur yaitu bagaiman kita mengambil ibrah (pelajaran) dari setiap ayat yang kita kaji. Berikutnya adalah bagaimana kita mengamalkannya setelah kita membaca, mengkaji, serta mentadabburi Al-Quran.

Al-Quran sebagai solusi kehidupan ?

Kalau kita kaji Al-Quran akan memberi petunjuk dan solusi dari permasalahan dalam diri manusia. Allah berfirman al quranu tibyaanu li kulli syaiin yaitu Al-Quran merupakan penjelas segala sesuatu. Bimbingan Al-Quran bukan saja berkaitan dengan masalah-masalah hati, tetapi ketika Al-Quran dikaji kita akan mendapatkan Al-Quran membimbing kita bagaimana memiliki potensi jasad yang Allah berikan kepada kita.

Banyak ayat-ayat yang mengarahkan kepada kita bagaimana kita memiliki jasad yang baik. Misalkan dalam ayat Al-Quran kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal lagi thayib (baik-red). Jika kita pahami oleh ahli gizi hal tersebut memenuhi kualifikasi 4 sehat 5 sempurna.

Al-Quran juga memberdayakan potensi akal. Misalnya banyak ayat Al-Quran yang diawali dengan afala yandzuruun yang artinya apakah kamu tidak memperhatikan, apakah kalian tidak melihat, serta banyak juga ayat yang diakhiri dengan kalimat agar kalian berfikir. Bahkan, salah satu kemukjizatan Al-Quran yang dipahami oleh para ulama adalah kemukjizatan dari sisi ilmi maksudnya bahwa betapa banyak ayat dalam Al-Quran yang menjadi isyarat-isyarat ilmiah yang dibuktikan oleh para ilmuwan di abad 19 dan abad ke-20 ini. Misalnya, dalam surat Al-Anbiya menyebutkan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui langit dan bumi dulunya merupakan sesuatu yang padu. Barangkali pada saat itu tidak dipahami ayat itu.

Ternyata setelah dibuktikan oleh para ilmuwan ternyata alam semesta berawal dari satu kesatuan. Menurut Edwin Hubble 15 milyar tahun lalu terjadi ledakan. Ini merupakan petunjuk bimbingan Allah pada akal. Serta masih banyak Al-Quran sebagai petunjuk kepada Qalbu kita, ruhiah kita, serta bimbingan terhadap jiwa kita.

Bagaimana mensikapi peringatan Nuzulul Quran ?

Tentunya bukan sekedar seremonial lazimnya di masyarakat ketika ada sesuatu yang berkaitan dengan hari-hari besar Islam biasanya yang muncul hanya seremonial saja. Yang sangat mengkhawatirkan momen-momen tersebut menjadi aktifitas yang malah bertentangan dengan Al-Quran seperti Khurafat. Sikap yang paling baik ketika kita memperingati nuzulul quran, seharusnya kita lebih memperhatikan Al-Quran dengan kembali bersikap secara benar terhadap Al-Quran dengan menjadikan Al-Quran sebagai pembimbing kita, bukan sekedar diagungkan tapi nilai-nilainya kita lupakan. Cara yang paling tepat adalah menjadikan momen untuk kembali kepada Al-Quran, kita baca Al-Quran, kita kaji bersama, kemudian kita amalkan Al-Quran dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bagaimana cara Allah menjaga Al-Quran ?

Dalam Al-Quran sesungguhnya kami kami dan kami kata Allah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya kami yang akan memeliharanya. Jadi, umat Islam tidak pernah khawatir tentang berubahnya Al-Quran, karena penjagaan Allah sendiri yang menjaminkannya. Allah menjaga Al-Quran dengan dua hal. Pertama, Allah menjaga Al-Quran di dalam dada-dada orang beriman. Kemudian dituliskan dalam suthuur (kitab-red), sehingga penulisan Quran dikatakan benar sebelum sesuai dengan hafalan yang dimiliki oleh seorang hafidz. Seorang ketika menghafalkan Al-Quran belum dikatakan sesuai dengan apa yang telah diturunkan kepada Rasulullah, jika belum sesuai yang dituliskan oleh para sahabat.

Dengan cara demikian Allah menjaga Al-Quran, bahkan penjagaan Al-Quran bukan sekedar dari sisi kalimat atau adanya penambahan dan pengurangan. Allah SWT memelihara sampai ke tingkat yang paling kecil yaitu teknik membaca Al-Quran. Oleh karena itu para ulama menekankan wajibnya membaca dan mempelajari Al-Quran secara langsung antara guru yang memiliki kapabilitas yang baik dengan Al-Quran diakuii tentang keshasihan Al-Quran dan murid yang akan belajar. (red/fzyqn)

Salim Segaf:"Kunjungi Langsung Daerah-daerah Tertinggal."

"Insya Allah, jiwa kepedulian itu pasti ada. Contohnya, ketika kita berbuka puasa dengan sepiring nasi, saat akan makan datang seseorang yang juga sedang puasa, pasti kita mau berbagi."

Ustadz Salim Segaf Al Jufri dilahirkan di kota Solo pada tanggal 17 Juli 1954. Lulusan Madinah Al-Munawwarah University ini mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, dengan menjadi dosen tetap di LIPIA, serta menjadi pengajar di beberapa universitas terkemuka seperti diantaranya : Program Pascasarjana UIN. Keinginan kuatnya untuk memperkenalkan ketinggian syariah Islam diwujudkan dengan pendirian Syariah Consulting Center, dimana beliaulah yang mula-mula memiliki ide dan menggagas konsep pendiriannya. Atas kepakaran dan kompetensi beliau dalam perkara syariah Islam, bapak lima anak ini didapuk untuk menjadi pengawas pada beberapa bank dan asuransi syari'ah.

Dalam kesempatan ramadhan ketika pahala sedekah dilipatgandakan oleh Allah SWT, reporter cybermq, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancarai beliau disela-sela kesibukannya mengajar di beberapa tempat. Berikut kutipan wawancaranya :

Bagaimana menanamkan sikap empati terhadap saudara kita yang kurang mampu ?

Saya kira untuk menanamkan empati itu tidak cukup dengan teori, namun harus dengan praktik langsung mengunjungi mereka-mereka yang kesusahan. Beberapa persoalan tidak bisa diselesaikan dengan kata-kata, tapi harus dilihat dengan mata kepala dan diselesaikan dengan tangan kita sendiri. Oleh karena itu, perlu untuk membawa mereka-mereka yang punya kelebihan dari segi harta untuk terjun langsung ke daerah-daerah minus atau menyaksikan tayangan dokumenter seputar kondisi saudara kita yang tidak mampu, agar nanti muncul sikap empati. Upaya tersebut akan membantu kita untuk lebih memerhatikan lagi saudara-saudara kita yang kurang mampu. Pada umumnya upaya yang biasa diperbuat banyak kalangan sering berupa sebuah renungan bersama. Namun bagi saya, cara yang lebih efektif adalah mengunjungi langsung daerah-daerah tertinggal yang perlu dibantu.

Selama bulan ramadhan Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, bagaimana agar kita bisa mencontoh kedermawanan beliau ?

Saya melihat pada bulan ini orang lebih tergugah untuk melakukan kebaikan. Sering saya temukan, orang yang malas membaca Qur'an berubah menjadi rajin. Bulan ini bulan saling berbagi, serta saling tolong menolong. Pada dasarnya sifat tersebut ada pada setiap orang. Supaya kita bisa mencontoh beliau, bagi kita yang diberikan kelebihan maka lakukan sesuatu yang bisa kita perbuat sesuai kemampuan kita. Contohnya, jika kita mempunyai uang 1000 rupiah, sisihkanlah 500 rupiah lantas disedekahkan. Semua orang bisa berperan menjadi dermawan dengan kemampuan yang kita miliki. Yakini kita mempunyai kelebihan, sehingga kita bisa melakukan kebaikan sekecil apapun, untuk menjadi contoh bagi yang lainnya.

Adanya lembaga sosial sudah efektifkah ?

Lembaga yang adapun tetap masih kurang. Belum lagi permasalahan umat masih banyak. Harapannya, lembaga serupa bisa lebih banyak, sehingga mampu meminimalisir permasalahan umat. Bagi saya lembaga apapun bisa bermanfaat selama memegang teguh kejujuran dan amanah. Sifat itu yang saya rasa belum kentara pada lembaga-lembaga sosial yang ada di Indonesia.

Makna menahan hawa nafsu ?

Shaum merupakan bekal kita untuk menghadapi 11 bulan berikutnya. Selama ramadhan kita dilatih untuk melawan banyak godaan, karena bulan lain pun akan ada banyak godaan. Ketika sudah terlatih, maka kitalah yang akan menguasai hawa nafsu bukan kita yang dikuasai. Latihan ini cukup panjang, sehinggga kita butuh latihan yang terus menerus. Dampaknya kita menguasai hati kita, bukan kita dikuasai oleh hati. Inti dari menahan hawa nafsu adalah bagaimana seseorang itu pasrah menyerahkan diri dengan seluruh apa yang diperintahkan Allah SWT.

Ramadhan sebagai bulan Muwasat (kepekaan), bagaimana pendapat ustadz ?

Meski orang tidak banyak belajarpun, Insya Allah, jiwa kepedulian itu pasti ada. Contohnya, ketika kita berbuka puasa dengan sepiring nasi, saat akan makan datang seseorang yang juga sedang puasa, pasti dia berbagi. Kalau perlu dia makan sedikit, yang lainnya diberikannya kepada teman kita yang susah. Jadi, fitrah yang ada pada dirinya membawa dia memiliki sifat muwasat (kepekaan-red). Semoga kepekaan hati itu makin terasah pada bulan-bulan yang lainnya.

Cara menjaga kesinambungan amalan ramadhan untuk dibawa kepada bulan lain ?

Kita harus menjaga dan melanggengkan prestasi amalan yang telah diperoleh selama bulan ramadhan ini. Bagaimana kita mempertahankan prestasi tersebut pada bulan-bulan berikutnya ? Jawabnya, dengan belajar sungguh-sungguh. Meski tidak semaksimal di bulan ramadhan, kita harus kontinyu menjalankan ibadah fardhu dan sunnah secara istiqamah. Jika hal tersebut tidak dipertahankan, bisa-bisa kita malah berada dalam kondisi penurunan, bahkan bisa turun sampai ke tingkat yang paling rendah. Program harian juga harus ada untuk dibawa kepada bulan berikutnya.(red/fqzyn/aea)

Tate Qomarudin Lc : “Terus Ibadah, Lailatul Qadr Takkan Kemana”

"Umat jangan dijebak mencari ciri-ciri lailatul qadr. Tidak jadi persoalan apakah kita mengetahui atau tidak tanda-tandanya. Asal kita beribadah, pasti karena Al-Qurannya sudah jelas "

Tate Qomarudin Lc, dilahirkan di Tasikmalaya, 24 anuari 1965. Bapak enam anak mempunyai beberapa aktifitas dari seorang da'i, pengasuh acara di salah satu radio, hingga menjadi kolomnis pada sebuah majalah. Selain itu, aktifitas ustadz lulusan Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakart kerap mengisi beberapa majelis ta'lim.

Kesempatan sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan menjadi kesempatan terbaik terbaik bagi umat islam. Pasalnya, Allah menjanjikan malam lailatul qadr yang ganjarannya lebih baik dari seribu bulan. Terkait dengan hal itu, reporter cybermq, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancarai beliau disela-sela kesibukannya berdakwah dan aktif sebagai anggota DPRD Propinsi Jawa Barat. Berikut kutipan wawancaranya :

Bagaimana menjemput lailatul qadr yang dicontohkan Rasulullah SAW ?

Beliau menjelaskan ada malam yang disebut lailatul qadr apabila kita beribadah pada malam tersebut. Ibadah kita bernilai 1000 bulan seperti yang disebutkan dalam Al-quran. Namun, Rasul sendiri mencontohkan ibadah bukan hanya pada lailatul qadar itu sendiri tapi pada 10 hari terakhir, bahkan 1 bulan penuh. Bahkan di luar ramadhan.

Permasalahan kita memang ada persepsi yang terbentuk ramadhan adalah bulan ibadah, bulan taat. Jadi, jika di luar bulan ramadhan berarti bulan apa ? seharusnya kita beribadah di bulan ramadhan maipun di luar ramadhan. Terkait lailatul qadr, ketika para sahabat mendiskusikan tepatnya tanggal berapa, kata Rasulullah carilah di sepuluh hari terakhir. Sampai sekarang dari hadits yang ada mengarahkan mencari di sepuluh hari terakhir terutama malam ganjil, karena Rasulullah ingin mengarahkan kaum muslimin beribadah secara luas, tidak hanya untuk tujuan lailatul qadr saja.

Asbabun Nuzul turunnya ayat tentang lailatul qadar ?

Pada intinya sebab turunnya ayat ini bemula ketika para sahabat berdiskusi membahas kapan turunnya malam lailatul qadar. Saat Rasulullah hadir akan menyampaikan kapan terjadinya, para sahabat ribut memperdebatkan kepastian jatuhnya lailatul qadr. Tiba-tiba Rasul lupa akan menyampaikan apa, sampai dilupakan oleh Allah. Hikmah dari kejadian itu mengajak kepada kita mencari lailatul qadr di sepuluh hari terakhir, terutama malam-malam ganjil.

Hikmah tidak diberi tahu waktu lailatul qadr ?

Hikmahnya, supaya kaum muslimin terus beribadah selama bulan ramadhan. Efeknya jika setiap malam ibadahnya baik, maka otomatis bulan berikutnya akan terbiasa. Jika waktu lailatul qadr diberi tahu, maka orang yang malas beribadah hanya mengejar waktu yang telah ditentukan.

Masyarakat kita mengejar malam ganjil, efektifkah ?

Ya, memang ada hadits Rasulullah secara eksplisit menyatakan turunnya lailatul qadr pada sepuluh hari terakhir. Namun, Rasulullah mengarahkan ibadah itu tidak hanya terkait lailatul qadar. Kita beribadah terkait dengan mensykurii nikmat hidup yang telah diberikan oleh Allah. Bagaimana jadinya jika Allah mentaqdirkan meninggal sebelum masuk malam-malam ganjil atau sebelum masuk ramadhan. Jadi, mengamalkan islam tidak hanya pada sisi lailatul qadar, masih banyak ibadah lain yang tidak terkait dengan lailatul qadr. Ibadah dalam Islam tidak hanya ritual yang sifatnya langsung kepada Allah, namun ada ibadah-ibadah lain yang pengaruhnya terkait sesama manusia tanpa harus menunggu lailatul qadr.

Amalan supaya bisa mendapat lailatul qadr ?

Sebetulnya tidak ada amalan spesifik, seperti amalan lailatul qadr. Cukuplah dengan amalan biasa seperti dzikir, doa, tilawah quran, shalat malam, serta taubat diperbanyak. Semuanya itu merupakan amalan-amalan yang akan mendekatkan diri kepada Allah. Jadi, tidak ada amalan lailatul qadr yang khusus.

Dalam hadits dijelaskan ciri-ciri malam lailatul qadr ?

Yang saya fahami ciri-ciri itu juga bukan mutlak, karena pada dasarnya semangat dari hadits itu bukan untuk diam menunggu datangnya lailatul qadr. Namun, kita harus semangat beribadah kapan pun khususnya bulan ramadhan. Umat jangan dijebak mencari ciri-ciri lailatul qadar. Tidak jadi persoalan apakah kita mengetahui atau tidak tanda-tandanya. Asal kita beribadah, pasti karena Al-Qurannya sudah jelas jika kita beribadah pada malam tersebut ternyata besoknya hujan besar yang ciri-ciri itu tidak terlihat, tetap lailatul qadr tidak akan kemana-mana. Jadi jangan terjebak kepada ciri-ciri fisik datangnya malam yang lebih baik dari seribu bulan ini.

Membawa amalan ramadhan ke bulan berikutnya ?

Ramadhan bukan musim taat, karena musim taat sepanjang hayat. Shaum adalah salah satu komponen pembentuk takwa dan bukan segala-galanya. Dalam Al-Quran orang yang mendapat gelar la'allakum tattaquun bukan orang yang shaum saja. Surat Al-Baqarah ayat 20 menjelaskan ibadah keseluruhan yang mengantarkan takwa, salah satunya adalah shaum. Buktinya seperti shalat, pada intinya sama tujuannya untuk membentuk ciri-ciri takwa. Shalat itu mencegah pelakunya terhindar perbuatan keji dan munkar. Orang yang meninggalkan keji itu orang bertakwa. Demikian pula dengan haji, demikian pula dengan zakat, serta ibadah-ibadah lain. Jadi, shaum di bulan ramadhan salah satu komponen pembentuk ketakwaan. Dengan mengandalkan shaum di bulan ramadhan dan mengabaikan bulan lainnya tidak mungkin tercapai ketakwaan. Itu yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. (red/fzyqn)

Hidayat Nurwahid : Idul Fitri Sadarkan Manusia Kembali Pada Fitrahnya

"Dengan Idul Fitri oleh Allah disadarkan untuk kembali pada fitrahnya. Artinya mengkoreksi diri untuk bisa menghadirkan perilaku-perilaku yang sesuai fitrah pada satu tahun yang akan datang. Dengan cara itu umat Islam akan selalu berkaca sepanjang tahun apakah perjalanan kehidupannya sesuai dengan fitrahnya. "

Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA, lahir Klaten, 8 April 1960. Beliau seorang politisi, uztad sekaligus cendekiawan muslim yang mempunyai gaya tersendiri dengan mengedepankan moral dan dakwah. Pribadinya yang santun menjadikan mantan Presiden Partai Keadilan (PK) memikul amanah yang harus dipertangungjawabkan dengan menjadi Ketua MPR Periode 2004-2009. Terjunnya beliau ke dunia politik tidak semata-mata ingin memperkaya diri serta menambah ketenaran. Dirinya berharap dengan kehadiran partai dakwah yang sempat dipimpinnya bisa menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.

Tidak lantas sampai disitu karir yang diraihnya, hadirnya politisi yang agamis ini memberi warna tersendiri dunia perpolitikan kita yang terkesan dipandang sebelah mata. Pendidikan terakhir beliau pada Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Medina, Arab Saudi, Fakultas Dakwah & Ushuludiin, Jurusan Aqidah tahun 1992.

Kesempatan Idul fitri merupakan sarana kembali kepada fitrah kesempatan terbaik terbaik bagi umat islam. Pasalnya, dengan Idul fitri umat harus mengetahui bahwa ada barometer kehidupan yang selalau melekat menyertai mereka yaitu fitrah. Umat islam harus kembali ke dalam fitrahnya, sejauh apapun dia pergi, sejauh mana dia melangkah. Dengan cara itu umat Islam akan selalu berkaca sepanjang tahun apakah perjalanan kehidupannya sesuai dengan fitrahnya. Terkait dengan hal itu, reporter cybermq, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancarai beliau Disela-sela kesibukannya mengemban amanah di Lembaga Tertinggi Negara. Berikut kutipan wawancaranya :

Hikmah Idul Fitri bagi kehidupan ?

Idul fitri merupakan peristiwa besar bagi umat Islam dan disunahkan untuk merayakannya. Di balik itu ada hikmah besar untuk kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, serta bagi umat islam. Salah satu hikmahnya adalah agar umat selalu mengetahui bahwa ada barometer kehidupan yang selalau melekat menyertai mereka yaitu fitrah. Umat islam harus kembali ke dalam fitrahnya, sejauh apapun dia pergi, sejauh mana dia melangkah. Dengan cara itu umat Islam akan selalu berkaca sepanjang tahun apakah perjalanan kehidupannya sesuai dengan fitrahnya yaitu hamba Allah yang memakmurkan kehidupan di bumi dan kemudian selalu bisa menghadirkan proses khilafah yaitu sebuah regenerasi, bukan menghadirkan anarki. Jika dia sudah berjalan dalam rel sebagai hamba Allah yang memakmurkan kehidupan, berarti perjalanan dia sesuai dengan fitrah dan patut bersyukur kepada Allah. Tapi jika ternyata sudah melenceng tidak lagi memakmurkan kehidupan, malah menghadirkan kedzaliman, tidak lagi peduli malah menghadirkan prilaku arogan, maka dia dengan Idul Fitri ini oleh Allah disadarkan untuk kembali pada fitrahnya. Artinya untuk mengkoreksi diri untuk bisa menghadirkan perilaku-perilaku yang sesuai fitrah pada satu tahun yang akan datang. Itu salah satu dari banyak hikmah yang bisa diambil dari Idul Fitri.

Idul Fitri sebagai momen silaturahim, lantas yang dicontohlan seperti apa ?

Idul fitri dalam konteks indonesia kita mengenal ada tradisi mudik, ada halal bihalal. Itu memang satu momentum besar untuk merekatkan kembali ukhuwah islamiyah, termasuk silaturahim merupakan sunah rasulullah yang sangat relevan dengan kondisi indonesia sekarang ini seperti masalah BBM timbul ketegangan-ketegangan di lapangan, banyak krisis. Itu semuanya memerlukan obat atau solusi. Salah satu obat penawar yang bagus adalah hadirnya silaturahim, saat pemerintah bisa bersilaturahim dengan rakyatnya, para pemimpin bisa bersilaturahim dengan yang dipimpin, saat merek bisa saling menyampaikan ucapan selamat, menyampaikan kepedulian dengan saling membantu, saat mereka bisa saling meminta maaf dan memberikan maaf. Itu adalah satu langkah yang sangat penting dan bermanfaat bagi kondisi berbangsa dan bernegara kita yang tengah dirundung susah semacam ini. Hal Itu bisa hadir dengan suka cita tanpa muncul beban ketika kita hidup dalam suasana Idul Fitri seperti yang akan segera kita rasakan beberapa hari mendatang.

Makna kembali kepada fitrah ?

Kembali kepada fitrah berarti kembali kepada jati diri sebagai hamba Allah yang muslim, hamba Allah yang memakmurkan kehidupan, hamba Allah yang tidak egois dan tidak arogan. Jadi, jika seorang muslim selama sebulan berpuasa, shalat tarawih, baca Al-Quran, shalat di masjid. Namun, setelah selesai bulan puasa kita tidak shalat, memusuhi masjid, memusuhi Al-Quran. Ya.... dia justru melenceng dari fitrahnya, puasanya tidak berarti bagi dirinya. Sebaliknya jika selama bulan ramadhan kita sudah soleh secara pribadi, soleh secara sosial, memakmurkan masjid, bersilaturahim dengan banyak orang, maka dia berada dalam kondisi yang sesuai dengan fitrah. Jika dia beridul fitri, maka dia akan kembali kepada fitrahnya dengan menguatkan komitmen-komitmen itu sehingga setelah bulan ramadhan pun akan semakin cinta dengan masjid, cinta dengan Al-Quran, akan tetap bersilaturahim. Hal inilah yang akan menjadikan Islam sebagai sumber keselamatan bagi kehidupan.

Pelajaran dari menahan hawa nafsu ?

Salahsatu diantaranya yaitu membiasakan diri untuk mengetahui bahwa dia hanyalah manusia biasa, bukan tuhan yang bisa mengumbar hawa nafsunya. Dia bukanlah sesuatu yang kemudian “ bisa berlaku takabur” dengan memperkirakan bahwa dirinya adalah faktor segala-galanya. Dengan mengekang hawa nafsu dia tahu bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang harus selalu diperbaiki. Jadi, sebenar apapun dia akan ada kemungkinan tergoda oleh setan melalui sifat uzub, riya, takabur dan sifat tercela lainnya. Setan akan menggoda orang sesuai dengan kualitas dirinya. Ustadz akan diganggu oleh setan yang sekelas dengan ustadz, pegawai atau pedagang akan diganggu dengan setan yang sejens itu, seorang yang sangat tersohor akan diganggu dengan logika ketersohorannya. Jadi dengan mengekang hawa nafsu selama ramadhan hikmahnya adalah biasanya orang akan mengerti ada sesuatu yang memang harus dikalahkan dalam dirinya yaitu hawa nafsu. Setiap orang menjadi tahu bahwa ternyata mengekang hawa nafsu bisa dilakukan dengan berpuasa. Mudah-mudahan ada pengalaman yang secara langsung yang dapat dirasakan oleh setiap muslim dengan berpuasa di bulan ramadhan.

Orang yang gagal dalam ramadhan ?

Orang yang gagal dalam ramadhan adalah orang yang selama ramadhan rajin beribadah, melaksanakan perintah-perintah Allah. Namun, setelah bulan ramadhan justru malah tidak melaksanakan perintah Allah. Tidak lagi shalat, tidak lagi bersilaturahim, tidak cinta masjid, tidak cinta Al-Quran. Itulah golongan orang mendapat kegagalan dalam ramadhan. Selain itu jika setelah ramadhan justru semakin tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, semakin arogan, semakin takabur, semakin sombong, semakin berlaku semena-mena, hal itu pun merupakan tanda ramadhannya gagal. Ramadhan juga salah satu cara efektif yang Allah hadirkan untuk mengokohkan ukhuwah islamiyah. Nah...kalau setelah ramadhan lantas memutuskan silaturahim, merendahkan pada orang lain dengan sebelah mata, itu tandanya puasanya gagal. Jadi, salah satu keberhasilan puasa adalah keberlanjutan amal shaleh selama bulan ramadhan, bahkan meningkatnya amal shaleh setelah bulan ramadhan. (red/fzyqn)

Friday, October 21, 2005

Salim Segaf:"Kunjungi Langsung Daerah-daerah Tertinggal."

"Insya Allah, jiwa kepedulian itu pasti ada. Contohnya, ketika kita berbuka puasa dengan sepiring nasi, saat akan makan datang seseorang yang juga sedang puasa, pasti kita mau berbagi."

Ustadz Salim Segaf Al Jufri dilahirkan di kota Solo pada tanggal 17 Juli 1954. Lulusan Madinah Al-Munawwarah University ini mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, dengan menjadi dosen tetap di LIPIA, serta menjadi pengajar di beberapa universitas terkemuka seperti diantaranya : Program Pascasarjana UIN. Keinginan kuatnya untuk memperkenalkan ketinggian syariah Islam diwujudkan dengan pendirian Syariah Consulting Center, dimana beliaulah yang mula-mula memiliki ide dan menggagas konsep pendiriannya. Atas kepakaran dan kompetensi beliau dalam perkara syariah Islam, bapak lima anak ini didapuk untuk menjadi pengawas pada beberapa bank dan asuransi syari'ah.

Dalam kesempatan ramadhan ketika pahala sedekah dilipatgandakan oleh Allah SWT, reporter cybermq, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancarai beliau disela-sela kesibukannya mengajar di beberapa tempat. Berikut kutipan wawancaranya :

Bagaimana menanamkan sikap empati terhadap saudara kita yang kurang mampu ?

Saya kira untuk menanamkan empati itu tidak cukup dengan teori, namun harus dengan praktik langsung mengunjungi mereka-mereka yang kesusahan. Beberapa persoalan tidak bisa diselesaikan dengan kata-kata, tapi harus dilihat dengan mata kepala dan diselesaikan dengan tangan kita sendiri. Oleh karena itu, perlu untuk membawa mereka-mereka yang punya kelebihan dari segi harta untuk terjun langsung ke daerah-daerah minus atau menyaksikan tayangan dokumenter seputar kondisi saudara kita yang tidak mampu, agar nanti muncul sikap empati. Upaya tersebut akan membantu kita untuk lebih memerhatikan lagi saudara-saudara kita yang kurang mampu. Pada umumnya upaya yang biasa diperbuat banyak kalangan sering berupa sebuah renungan bersama. Namun bagi saya, cara yang lebih efektif adalah mengunjungi langsung daerah-daerah tertinggal yang perlu dibantu.

Selama bulan ramadhan Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, bagaimana agar kita bisa mencontoh kedermawanan beliau ?

Saya melihat pada bulan ini orang lebih tergugah untuk melakukan kebaikan. Sering saya temukan, orang yang malas membaca Qur'an berubah menjadi rajin. Bulan ini bulan saling berbagi, serta saling tolong menolong. Pada dasarnya sifat tersebut ada pada setiap orang. Supaya kita bisa mencontoh beliau, bagi kita yang diberikan kelebihan maka lakukan sesuatu yang bisa kita perbuat sesuai kemampuan kita. Contohnya, jika kita mempunyai uang 1000 rupiah, sisihkanlah 500 rupiah lantas disedekahkan. Semua orang bisa berperan menjadi dermawan dengan kemampuan yang kita miliki. Yakini kita mempunyai kelebihan, sehingga kita bisa melakukan kebaikan sekecil apapun, untuk menjadi contoh bagi yang lainnya.

Adanya lembaga sosial sudah efektifkah ?

Lembaga yang adapun tetap masih kurang. Belum lagi permasalahan umat masih banyak. Harapannya, lembaga serupa bisa lebih banyak, sehingga mampu meminimalisir permasalahan umat. Bagi saya lembaga apapun bisa bermanfaat selama memegang teguh kejujuran dan amanah. Sifat itu yang saya rasa belum kentara pada lembaga-lembaga sosial yang ada di Indonesia.

Makna menahan hawa nafsu ?

Shaum merupakan bekal kita untuk menghadapi 11 bulan berikutnya. Selama ramadhan kita dilatih untuk melawan banyak godaan, karena bulan lain pun akan ada banyak godaan. Ketika sudah terlatih, maka kitalah yang akan menguasai hawa nafsu bukan kita yang dikuasai. Latihan ini cukup panjang, sehinggga kita butuh latihan yang terus menerus. Dampaknya kita menguasai hati kita, bukan kita dikuasai oleh hati. Inti dari menahan hawa nafsu adalah bagaimana seseorang itu pasrah menyerahkan diri dengan seluruh apa yang diperintahkan Allah SWT.

Ramadhan sebagai bulan Muwasat (kepekaan), bagaimana pendapat ustadz ?

Meski orang tidak banyak belajarpun, Insya Allah, jiwa kepedulian itu pasti ada. Contohnya, ketika kita berbuka puasa dengan sepiring nasi, saat akan makan datang seseorang yang juga sedang puasa, pasti dia berbagi. Kalau perlu dia makan sedikit, yang lainnya diberikannya kepada teman kita yang susah. Jadi, fitrah yang ada pada dirinya membawa dia memiliki sifat muwasat (kepekaan-red). Semoga kepekaan hati itu makin terasah pada bulan-bulan yang lainnya.

Cara menjaga kesinambungan amalan ramadhan untuk dibawa kepada bulan lain ?

Kita harus menjaga dan melanggengkan prestasi amalan yang telah diperoleh selama bulan ramadhan ini. Bagaimana kita mempertahankan prestasi tersebut pada bulan-bulan berikutnya ? Jawabnya, dengan belajar sungguh-sungguh. Meski tidak semaksimal di bulan ramadhan, kita harus kontinyu menjalankan ibadah fardhu dan sunnah secara istiqamah. Jika hal tersebut tidak dipertahankan, bisa-bisa kita malah berada dalam kondisi penurunan, bahkan bisa turun sampai ke tingkat yang paling rendah. Program harian juga harus ada untuk dibawa kepada bulan berikutnya.(red/fqzyn/aea)

Ust.Darlis Fajar:"Tanpa Rahmat Hidup Kita Gersang"

"..bulan suci adalah sarana mendapatkan rahmat Allah SWT dengan melaksakan perintah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya."

Ustadz Darlis Fajar dikenal sebagai ulama muda yang sangat dekat dengan kalangan aktivis muda. Terutama, mereka yang berminat terhadap soal-soal seputar dinamika hubungan antara remaja.

Disela-sela kesibukannya berdakwah dan aktif sebagai anggota DPRD Kota Bandung, Fiqi Fauzi, reporter cyberMQ, meminta taushiyah beliau berkenaan dengan dinamika ramadhan tahun ini. Berikut kutipan wawancara singkatnya :

Apa sebenarnya makna shaum itu, Ustadz ?

Shaum secara bahasa bermakna al-Imsak, yaitu menahan diri dari sesuatu. Dalam berpuasa misalnya seperti : menahan diri dari makan atau membicarakan orang. Dengan menahan diri dari melakukan perbuatan tercela, ramadhan menjadi bulan yang penuh rahmat dan ampunan bagi kita.

Apa saja yang perlu kita persiapkan selama ramadhan ?

Selama ramadhan kita harus terus melakukan persiapan pemikiran, persiapan semangat, persiapan fisik, persiapan program. Namun, saya prihatin dengan kondisi masyarakat kita yang terjebak hanya memberikan perhatian kepada persiapan fisik saja. Akibatnya, kita menjalani ramadhan tidak jauh berbeda dari tahun ke tahunnya.


Apa dampak dari ibadah ramadhan bagi seorang muslim, Ustadz ?

Efek ramadhan bagi seorang muslim adalah memiliki akhlak yang terpuji, kemudian rajin betul dalam melaksanakan ibadah. Setelah ramadhan kita harus bercita-cita, ingin membawa amalan-amalan selama ramadhan ke bulan-bulan lainnya.

Bisa dijelaskan makna hadits bahwa setan dibelenggu selama ramadhan, Ustadz ?

Berkaitan dengan makna hadits riwayat Bukhari, Ahmad, Nasa'I dan Baihaqi tentang dibelenggunya setan, hal itu sebenarnya merupakan makna hakiki atau harfiah, bukannya majazi (kiasan). Jadi, setan-setan itu benar-benar dibelenggu, sehingga bila di bulan ramadhan kemaksiatan tetap marak, hal itu akibat hati manusia sendirilah yang masih dibelenggu nafsu.

Lantas, makna dari pintu neraka ditutup, apakah juga makna harfiah ?

Berkenaan dengan redaksi hadits yang menjelaskan pintu neraka akan ditutup selama bulan ramadhan, itu artinya kesempatan orang untuk masuk surga terbuka lebar di bulan ini. Inilah kemurahan Allah yang telah melipatgandakan ganjaran selama bulan yang penuh ampunan ini terhadap hambanya.

Bulan ramadhan pun jangan sampai kita lewatkan dengan hal yang tidak bermanfaat. Bahkan, dalam khotbah Rasulullah SAW menyongsong ramadhan menyatakan : “...sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

Jika kita merasa berat menjalani hidup ini karena berlumuran dosa dan maksiat, maka dengan kemurahan Allah terbuka pintu ampunan di bulan yang bisa membakar dosa-dosa kita dengan bertaubat dan beribadah kepada-Nya.

Jika kita kita merasa jauh dari rahmat Allah, hidup gersang dan kering, maka bulan suci ini menjadi sarana bagi hamba-Nya untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT dengan melaksakan perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.(red/fqzyn/aea)

Ust.Darlis Fajar:"Tanpa Rahmat Hidup Kita Gersang"

"..bulan suci adalah sarana mendapatkan rahmat Allah SWT dengan melaksakan perintah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya."

Ustadz Darlis Fajar dikenal sebagai ulama muda yang sangat dekat dengan kalangan aktivis muda. Terutama, mereka yang berminat terhadap soal-soal seputar dinamika hubungan antara remaja.

Disela-sela kesibukannya berdakwah dan aktif sebagai anggota DPRD Kota Bandung, Fiqi Fauzi, reporter cyberMQ, meminta taushiyah beliau berkenaan dengan dinamika ramadhan tahun ini. Berikut kutipan wawancara singkatnya :

Apa sebenarnya makna shaum itu, Ustadz ?

Shaum secara bahasa bermakna al-Imsak, yaitu menahan diri dari sesuatu. Dalam berpuasa misalnya seperti : menahan diri dari makan atau membicarakan orang. Dengan menahan diri dari melakukan perbuatan tercela, ramadhan menjadi bulan yang penuh rahmat dan ampunan bagi kita.

Apa saja yang perlu kita persiapkan selama ramadhan ?

Selama ramadhan kita harus terus melakukan persiapan pemikiran, persiapan semangat, persiapan fisik, persiapan program. Namun, saya prihatin dengan kondisi masyarakat kita yang terjebak hanya memberikan perhatian kepada persiapan fisik saja. Akibatnya, kita menjalani ramadhan tidak jauh berbeda dari tahun ke tahunnya.


Apa dampak dari ibadah ramadhan bagi seorang muslim, Ustadz ?

Efek ramadhan bagi seorang muslim adalah memiliki akhlak yang terpuji, kemudian rajin betul dalam melaksanakan ibadah. Setelah ramadhan kita harus bercita-cita, ingin membawa amalan-amalan selama ramadhan ke bulan-bulan lainnya.

Bisa dijelaskan makna hadits bahwa setan dibelenggu selama ramadhan, Ustadz ?

Berkaitan dengan makna hadits riwayat Bukhari, Ahmad, Nasa'I dan Baihaqi tentang dibelenggunya setan, hal itu sebenarnya merupakan makna hakiki atau harfiah, bukannya majazi (kiasan). Jadi, setan-setan itu benar-benar dibelenggu, sehingga bila di bulan ramadhan kemaksiatan tetap marak, hal itu akibat hati manusia sendirilah yang masih dibelenggu nafsu.

Lantas, makna dari pintu neraka ditutup, apakah juga makna harfiah ?

Berkenaan dengan redaksi hadits yang menjelaskan pintu neraka akan ditutup selama bulan ramadhan, itu artinya kesempatan orang untuk masuk surga terbuka lebar di bulan ini. Inilah kemurahan Allah yang telah melipatgandakan ganjaran selama bulan yang penuh ampunan ini terhadap hambanya.

Bulan ramadhan pun jangan sampai kita lewatkan dengan hal yang tidak bermanfaat. Bahkan, dalam khotbah Rasulullah SAW menyongsong ramadhan menyatakan : “...sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

Jika kita merasa berat menjalani hidup ini karena berlumuran dosa dan maksiat, maka dengan kemurahan Allah terbuka pintu ampunan di bulan yang bisa membakar dosa-dosa kita dengan bertaubat dan beribadah kepada-Nya.

Jika kita kita merasa jauh dari rahmat Allah, hidup gersang dan kering, maka bulan suci ini menjadi sarana bagi hamba-Nya untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT dengan melaksakan perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.(red/fqzyn/aea)

Didin : " Jadikan Ramadhan Bulan Produktif"

"Ramadhan merupakan bulan yang produktif. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah islam terjadi pada bulan Ramadhan. Nuzulul Quran, perang Badar. Futuh Makkah, dan Umar Bin Khatab menaklukan Palestina. Bahkan, kemerdekaan kita terjadi pada bulan ramadhan."

Dr. K.H. Didin Hafiduddin, M.Sc, Lahir di Bogor 21 Oktober 1951. Didin Lebih dikenal sebagai akademis yang ustadz. Berbagai kesibukan dijalaninya, mulai dari staf pengajar di Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun, hingga Universitas Islam Negeri Jakarta yang dulu bernama Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatuillah. Bapak 5 anak ini sempat menjadi kandidat Presiden RI yang diusung oleh Partai Keadilan.

Berkenaan segera datangnya bulan Ramadhan, yang banyak dinantikan oleh kaum muslimin, reporter CyberMQ, Fiqi Fauzi berkesempatan melakukan wawancara dengan KH. Didin Hafiduddin, disela-sela kesibukannya. Berikut petikan wawancaranya :

Apa yang harus kita persiapkan untuk menghadapi bulan Ramadhan ?

Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan. Pertama, keilmuan kita perlu ditingkatkan kembali. Ilmu yang berkaitan dengan shaum, apa saja yang harus kita lakukan, apa yang tidak boleh kita lakukan, apa saja yang membatalkan nilai puasa, namun bukan yang membatalkan puasanya tapi yang membatalkan nilainya, pahala, kemudian apa saja yang sangat dianjurkan sunnah. Kedua, persiapan mental. Kita secara mental harus mengkondisikan diri kita dan keluarga kita, bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Secara mental harus menyambutnya dengan gembira, senang. Suasana menyenangkan harus ditumbuhkan di keluarga dan lingkungan kita. Ketiga, persiapan jasmani supaya kita sehat dalam melaksanakan ibadah shaum. Apalagi kita malam harinya diperintahkan banyak beribadah kepada Allah SWT.

Kita sering melihat di awal Ramadhan biasanya penuh, namun selanjutnya kosong ?

Itu kebiasaan yang harus kita perbaiki. Artinya seolah-olah justru semakin kesana, semakin meningkat pelaksanaan ibadah kita. Nah... ini juga kesan-kesan semacam ini perlu kita luruskan. Jadi saya kira awalnya adalah kunci pembuka untuk kemudian kita tingkatkan hari-hari berikutnya supaya semakin meningkat.

Bagaimana bertempur melawan hawa nafsu ?

Hawa nafsu ini selalu ingin mengendalikan dan menguasai kita. Nafsu makan yang berlebih-lebihan, nafsu syahwat yang berlebihan, atau mencintai sesuatu secara berlebihan. Memang kecintaan pada materi itu sunnatullah yang ada pada setiap manusia. Tapi ketika dikendalilkan dengan nafsu, kita akan berlebihan mencintai materi itu. Kita akan korupsi dan segala macam usaha untuk mendapatkan barang yang kita inginkan kepada jabatan yang berlebih-lebihan, sehingga apapun jabatan itu dicari oleh kita kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan diri dan keluarganya. Itu kecintaan yang berlebih-lebihan. Demikian pula kebencian yang berlebih-lebihan itu merupakan kebencian atas hawa nafsu. Kita membenci seseorang bukan karena Allah, iri, dengki, hasad. Dalam ibadah shaum itu kita mencoba mengendalikan nafsu kita. Jika tidak maka nafsu kita akan dikendalikan yang akhirnya membahayakan pada kehidupan kita


Memasuki Ramadhan belum punya bekal, efektiflkah ?

Yang terbaik sebelum datang bulan suci Ramadhan kita sudah mempersiapkan segala perbekalan. Bayangkan, Rasulullah sudah berdoa agar bisa betemu dengan ramadhan sejak bulan Rajab. Allahumma baarik lanaa fii rojaba wa sya'bana wa ballighna fi romadhon. Ini menggambarkan bahwa datangnya bulan ramadhan harus dipersiapkan sebaik-baiknya.

Ada Anekdot, ramadhan bulan kontra produktif ?

Saya kira itu karena kesalahan kita. Kita tidak memahami Ramadhan seolah-olah bulan penuh istirahat, bulan yang tidak produktif. Padahal Ramadhan merupakan bulan yang produktif. Semua peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah islam terjadi pada bulan Ramadhan. Nuzulul Quran, perang Badar. Futuh Makkah, Umar Bin Khatab menaklukan Palestina, dan bahkam kemerdekaan kita terjadi pada bulan Ramadhan. Peristiwa ini mencerminkan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan produktif yang sangat monumental dalam melakukan berbagi aktifitas.

Bagaimana caranya membawa nilai Ramadhan ke bulan-bulan berikutnya ?

Kita lakukan Ramadhan dengan baik, tidak perlu berlebih-lebihan. Misalnya, jika kita bangun malam jam 3, jangan dari jam 1 kita sudah bangun. Akhirnya begitu selesai ramadhan, kita butuh istirahat panjang, baru pada malam kedua kita sudah kesiangan.

Prestasi sahabat pada Bulan Ramadhan ?

Para sahabat memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan infak, bulan peningkatan kegiatan dakwah, bulan kegiatan komunikasi, bulan membangun keluarga sakinah. Itu yang dilakukan oleh para sabahat. Jadi terus menerus membina diri, atau sebagai bulan tarbiyah.

Makna Ramadhan bagi negara kita ?

Seharusnya Ramadhan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh para pemimpin kita untuk instrospeksi, dan muhasabah supaya bangsa kita tidak terus menerus dirundung berbagai macam musibah. Musibah datang akibat kesalahan kita, kita berpaling dari ketentuan Allah. Oleh karena itu harus dijadikan sebagai momentum melakukan muhasabah secara massal. (red/fzyqn)

Abu Rabbani : “ Jadikan Al-Quran Pembimbing Kita”

Ustadz Abu Rabbani dilahirkan di Bandung, 24 Agustus 1972. Bapak lima anak ini dalam aktifitasnya menjadi pengisi di radio dalam acara belajar tahsin Lulusan STAI At-Taqwa dan Ma'had Al-Hikmah di LTQ Al-Hikmah Jakarta ini dikenal sangat ramah dan terbuka kepada siapapun yang ingin belajar Al-Quran dengan baik dan benar. Selain itu, aktifitas ustadz yang terlihat awet muda ini kerap mengisi beberapa majelis ta'lim ibu-ibu.

Berkaitan dengan tibanya Nuzulul Quran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, reporter cybermq, Fiqi Fauzi, berhasil mewawancarai Direktur Lembaga Tahfidz Al-Quran Jendela Hati (LTQ-JH) disela-sela kesibukannya. Berikut petikan wawancaranya :

Apa Makna Nuzulul Quran ?

Makna nuzulul quran, kita harus memahami dulu bahwa Al-Quran diturunkan oleh Allah sebagai bentuk kasih sayang, rahman Allah SWT kepada manusia, sebagaimana yang allah sebutkan dalam surat Ar-Rahman. Salah satu bentuk kasih sayang Allah terhadap manusia maka Allah menurunkan Al-Quran. Sebelum Allah menyebutkan kenikmatan-kenikmatan lain seperti nikmat sehat, nikmat terciptanya alam semesta, matahari dan sebagainya. Pertama kali Allah sebutkan adalah kenikmatan berupa Allah turunkan dari Al-Quran.

Oleh karena itu barangkali nuzulul quran harus dipahami oleh kita sebagai sebuah bentuk keakraban kita dengan Al-Quran yang telah Allah turunkan kepada kita supaya kita lebih dekat dengan yang Maha Rahman, lebih dekat lagi dengan Allah sebagai pencipta kita.

Namun Allah tidak semata-mata menurunkan Al-Quran kecuali allah menginginkan sebagai petunjuk bagi manusia. Itulah bentuk rahman Allah kepada manusia, jika tanpa Al-Quran akan menjadi sesat. Oleh kerana itu salah satu bentuk syukur kita atas nuzulul quran bagaimana menempatkan Al-Quran sesuai dengan esensi Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT dijadikan sebagai referensi dalam membina seluruh potensi yang diberikan Allah kepada kita, baik potensi jasad, potensi akal, potensi qalbu atau potensi jiwa kita. Ini barangkali salah satu makna diturunkannya Al-Quran agar manusia bisa berbahagia baik di dunia maupun di akhirat.

Cara bergaul dengan Al-Quran ?

Pertama, tentunya kita mengimaninya terlebih dahulu kemudian tanpa mengingkari seayat pun yang pernah terjadi pada masa Abu Bakar Asshidiq, pernah memerangi satu kaum yang tidak mau berzakat. Menurutnya, mereka tidak mau berzakat bukan enggan untuk berzakat tapi mereka telah mengingkari ayat Al-Quran. Kemudian Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita bahwa bentuk interaksi kita dengan Al-Quran dengan membacanya, karena proses pembelajaran awalnya dari membaca. Tidak cukup sampai disitu, setelah membacanya kita kaji untuk memahaminya, kemudian kita tadabbur yaitu bagaiman kita mengambil ibrah (pelajaran) dari setiap ayat yang kita kaji. Berikutnya adalah bagaimana kita mengamalkannya setelah kita membaca, mengkaji, serta mentadabburi Al-Quran.



Al-Quran sebagai solusi kehidupan ?

Kalau kita kaji Al-Quran akan memberi petunjuk dan solusi dari permasalahan dalam diri manusia. Allah berfirman al quranu tibyaanu li kulli syaiin yaitu Q merupakan penjelas segala sesuatu. Bimbingan Al-Quran bukan saja berkaitan dengan masalah-masalah hati, tetapi ketika Al-Quran dikaji kita akan mendapatkan Al-Quran membimbing kita bagaimana memiliki potensi jasad yang Allah berikan kepada kita.

Banyak ayat-ayat yang mengarahkan kepada kita bagaimana kita memiliki jasad yang baik. Misalkan dalam ayat Al-Quran kita diperintahkan untuk makan makanan yang halal lagi yang thayib (baik-red). Jika kita pahami oleh ahli gizi hal tersebut yang memenuhi kualifikasi 4 sehat 5 sempurna.

Al-Quran juga memberdayakan potensi akal. Misalnya banyak ayat Al-Quran yang diawali dengan afala yandzuruun yang artinya apakah kamu tidak memperhatikan, apakah kalian tidak melihat, serta banyak juga ayat yang diakhiri dengan kalimat agar kalian berfikir. Bahkan, salah satu kemukjizatan Al-Quran yang dipahami oleh para ulama adalah kemukjizatan dari sisi ilmi maksudnya bahwa betapa banyak ayat dalam Al-Quran yang menjadi isyarat-isyarat ilmiah yang dibuktikan oleh para ilmuwan di abad 19 dan abad ke-20 ini. Misalnya, dalam surat Al-Anbiya menyebutkan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui langit dan bumi dulunya merupakan sesuatu yang padu. Barangkali pada saat itu tidak dipahami ayat itu.

Ternyata setelah dibuktikan oleh para ilmuwan ternyata alam semesta berawal dari satu kesatuan. Menurut Edwin Hubble 15 milyar tahun lalu terjadi ledakan. Ini merupakan petunjuk bimbingan Allah pada akal. Serta masih banyak Al-Quran sebagai petunjuk kepada Qalbu kita, ruhiah kita, serta bimbingan terhadap jiwa kita.

Bagaimana mensikapi peringatan Nuzulul Quran ?

Tentunya bukan sekedar seremonial lazimnya di masyarakat ketika ada sesuatu yang berkaitan dengan hari-hari besar Islam biasanya yang muncul hanya seremonial saja. Yang sangat mengkhawatirkan momen-momen tersebut menjadi aktifitas yang malah bertentangan dengan Al-Quran seperti Khurafat. Sikap yang paling baik ketika kita memperingati nuzulul quran, seharusnya kita lebih memperhatikan Al-Quran dengan kembali bersikap secara benar terhadap Al-Quran dengan menjadikan Al-Quran sebagai pembimbing kita, bukan sekedar diagungkan tapi nilai-nilainya kita lupakan. Cara yang paling tepat adalah menjadikan momen untuk kembali kepada Al-Quran, kita baca Al-Quran, kita kaji bersama, kemudian kita amalkan Al-Quran dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bagaimana cara Allah menjaga Al-Quran ?

Dalam Al-Quran sesungguhnya kami kami dan kami kata Allah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya kami yang akan memeliharanya. Jadi, umat Islam tidak pernah khawatir tentang berubahnya Al-Quran, karena penjagaan Allah sendiri yang menjaminkannya. Allah menjaga Al-Quran dengan dua hal. Pertama, Allah menjaga Al-Quran di dalam dada-dada orang beriman. Kemudian dituliskan dalam suthuur (kitab-red), sehingga penulisan Quran dikatakan benar sebelum sesuai dengan hafalan yang dimiliki oleh seorang hafidz. Seorang ketika menghafalkan Al-Quran belum dikatakan sesuai dengan apa yang telah diturunkan kepada Rasulullah, jika belum sesuai yang dituliskan oleh para sahabat.

Dengan cara demikian Allah menjaga Al-Quran, bahkan penjagaan Al-Quran bukan sekedar dari sisi kalimat atau adanya penambahan dan pengurangan. Allah SWT memelihara sampai ke tingkat yang paling kecil yaitu teknik membaca Al-Quran. Oleh karena itu para ulama menekankan wajibnya membaca dan mempelajari Al-Quran secara langsung antara guru yang memiliki kapabilitas yang baik dengan Al-Quran diakuii tentang keshasihan Al-Quran dan murid yang akan belajar. (red/fzyqn)




Abu Rabbani
STAI At-Taqwa Bekasi. Ma'had Al-Hikmah di LTQ Al-Hikmah Jakarta.
Bandung, 24 Agustus 1972
Putra 4 orang
akitifitas : Direktur LTQ Jendela Hati, mengisi siaran, DPD PKS, majelis Ta'lim Ibu-ibu

Free Counters
007counters.com

Wilujeng Sumping di Blog Mang Uzie

Free Shoutbox Technology Pioneer